Default Title
Loading...
IMG-LOGO
Home Internasional Hidup Semalam di Picher, Kisah Kota Hantu yang Ter...
Internasional

Hidup Semalam di Picher, Kisah Kota Hantu yang Terhapus dari Peta Dunia

Hidup Semalam di Picher, Kisah Kota Hantu yang Terhapus dari Peta Dunia

Sebuah kota di Oklahoma, Amerika Serikat memiliki tradisi unik sekaligus menyedihkan. Picher, yang kini dikenal sebagai kota hantu, hanya akan terasa hidup selama satu malam di setiap bulan Desember. Saat itu, lampu kota dinyalakan dan warga lama kembali berkumpul untuk merayakan suasana yang telah lama hilang. Namun, setelah kemeriahan itu usai, Picher kembali menjadi wilayah paling beracun di dunia yang dilarang untuk ditinggali manusia karena tanahnya mengandung residu maut.

Laporan Mirror menyebut kejayaan kota ini bermula dari perut buminya yang kaya akan timbal dan seng. Pada tahun 1920, populasi Picher melonjak hingga hampir 10.000 jiwa seiring dengan masifnya operasi pertambangan yang menjadi urat nadi ekonomi penduduk.

Tragedi "Chat Rats" dan Limbah Raksasa

Eksploitasi besar-besaran yang mendatangkan kemakmuran ternyata membawa dampak kronis bagi lingkungan. Limbah pertambangan berupa tumpukan puing raksasa, yang dikenal sebagai chat piles, tersebar luas di seluruh penjuru kota. Dampaknya sangat memprihatinkan karena anak-anak di sana terbiasa bermain di atas tumpukan beracun tersebut. Penduduk kota tetangga menjuluki anak-anak itu sebagai "chat rats".

Kejayaan ekonomi Picher mulai memudar setelah tahun 1926 dan benar-benar lumpuh total pada 1967. Ironisnya, masalah justru makin memburuk setelah tambang ditutup. Penghentian pompa air di terowongan bawah tanah menyebabkan lubang-lubang tersebut digenangi air tanah yang terkontaminasi logam berat, mulai dari timbal, seng, besi, nikel, hingga kadmium. Racun ini kemudian merembes ke seluruh saluran air kota.

Data kesehatan yang dirilis oleh Layanan Kesehatan Indian (IHS) pada pertengahan 1990 menunjukkan fakta mengerikan. Sebanyak 34 persen anak-anak yang tinggal di Picher dilaporkan menderita keracunan timah. Kondisi ini menempatkan satu generasi pada risiko penurunan IQ dan kerusakan otak permanen bagi siapa pun yang terpapar secara terus-menerus.

Memasuki tahun 2004, penelitian memastikan bahwa seluruh tanah di Picher, termasuk area sekolah dan taman bermain, telah terkontaminasi sepenuhnya. Selain ancaman racun, Picher ibarat bom waktu yang menunggu untuk amblas. Di bawah kota terdapat 1.400 rongga besar akibat operasi tambang. Penyangga struktur kota perlahan terkikis oleh air asam, yang membuat 86 persen bangunan di kota ini berada dalam kondisi rapuh dan terancam runtuh sewaktu-waktu.

Hidup Semalam di Picher, Kisah Kota Hantu yang Terhapus dari Peta Dunia - Gambar 1
Kota Picher yang dihapus dari peta dan tak berpenduduk lagi.

Penghapusan dari Peta Dunia

Risiko kesehatan dan keselamatan yang tidak lagi bisa ditoleransi ini mendorong Badan Perlindungan Lingkungan (EPA) bersama Otoritas Negara Bagian Oklahoma mengeluarkan mandat evakuasi massal. Pemerintah mengambil langkah drastis dengan membeli seluruh properti warga agar mereka bisa pindah ke lokasi yang lebih aman.

Akibat maraknya aktivitas penambangan ilegal dan buruknya sistem penanganan limbah, kota ini sekarang sudah tidak layak lagi dihuni oleh manusia. Menurut laporan CNN Indonesia, otoritas lokal resmi dibubarkan pada tahun 2013 dan Picher secara administratif dihapus dari peta dunia. Kini, yang tersisa hanyalah tanah yang terpapar endapan logam berat. Dikutip dari Aneh Di Dunia, jika air tanah dari wilayah tersebut sampai dikonsumsi maka orang yang meminumnya bisa tewas akibat keracunan timbal atau mengalami gangguan fisik yang tidak wajar.

Tinggalkan Komentar

Anda harus login untuk memberikan komentar.

Komentar (0)


Jadilah yang pertama memberikan komentar!