Temuan benda menyerupai drone bawah laut di perairan Selat Utara Trawangan, sekitar 10 mil dari Gili Trawangan, Kabupaten Lombok Utara, memunculkan perhatian serius dari keamanan wilayah maritim. Objek tersebut ditemukan oleh seorang nelayan saat mencari ikan dalam kondisi mengambang di permukaan laut. Berdasarkan identifikasi awal, benda itu diduga merupakan unmanned underwater vehicle (UUV), yakni kendaraan bawah laut tanpa awak yang lazim digunakan untuk kebutuhan penelitian oseanografi dan pemetaan lingkungan laut. Lokasi penemuan yang berada di kawasan strategis Selat Lombok menambah signifikansi temuan ini, mengingat wilayah tersebut merupakan salah satu jalur laut penting yang menghubungkan perairan nasional dengan jalur pelayaran internasional.
Dalam menyikapi hal tersebut, pakar drone dari Pusat Riset Kebencanaan Geologi BRIN, Firman Prawiradisastra, menjelaskan bahwa bentuk drone laut umumnya menyerupai kapal selam mini tanpa awak yang dikendalikan dari jarak tertentu. Perangkat ini biasanya dilengkapi dengan sensor, kabel, dan kompartemen peralatan untuk mengumpulkan data kondisi laut, mulai dari kedalaman, struktur dasar laut, hingga keberadaan biota laut. Dirinya menyebutkan, perangkat seperti ini lebih relevan digunakan untuk survei oseanografi, pemetaan morfologi dasar laut, serta pemantauan infrastruktur bawah laut dibandingkan untuk eksplorasi sumber daya energi, seperti minyak bumi.
Firman menegaskan kepada Republika bahwa dari sisi teknis, jangkauan kendali drone bawah laut umumnya relatif terbatas. Jika menggunakan kabel, jarak operasionalnya berkisar antara 100 hingga 300 meter dari operator, sedangkan sistem tanpa kabel dapat mencapai sekitar satu kilometer. Dengan keterbatasan tersebut, kemungkinan perangkat ini dikendalikan langsung dari luar negeri dinilai kecil. Hal ini justru mengindikasikan bahwa operasi perangkat kemungkinan dilakukan dari kapal atau titik kendali yang berada di sekitar wilayah perairan Indonesia. Temuan di sekitar Gili Trawangan membuka kemungkinan adanya aktivitas survei lokal yang memanfaatkan posisi strategis Selat Lombok sebagai kawasan penelitian arus laut, kedalaman perairan, dan karakteristik ekosistem bawah laut.
