Default Title
Loading...
IMG-LOGO
Home Sumatera Barat Payakumbuh Siapkan Tata Kelola Smart City Lewat Pe...
Sumatera Barat

Payakumbuh Siapkan Tata Kelola Smart City Lewat Pemanfaatan Data Geospasial

Payakumbuh Siapkan Tata Kelola Smart City Lewat Pemanfaatan Data Geospasial

Percepatan transformasi digital di tingkat daerah menghadirkan tuntutan baru bagi pemerintah untuk merancang pembangunan yang lebih presisi. Kota-kota harus bergerak tidak hanya cepat, tetapi juga berbasis data yang akurat, terukur, serta mampu menggambarkan kondisi masyarakat hingga level mikro. Dalam konteks tersebut, Pemerintah Kota (Pemko) Payakumbuh mengambil langkah besar dengan meluncurkan Beranda Informasi Geospasial Data Analitik Tematik Akurat (BIG DATA) sebagai fondasi baru menuju tata kelola smart city berbasis bukti.

Peluncuran BIG DATA pada Kamis 4 Desember 2025 menjadi momentum strategis bagi Payakumbuh untuk memperkuat perencanaan pembangunan berbasis geospasial. Kebutuhan akan data mikro mendorong platform ini hadir sebagai instrumen yang mampu membaca dinamika spasial kota secara lebih rinci. Kepala Bappeda Payakumbuh, Syafwal, menegaskan bahwa data statistik selama ini masih bersifat makro dan belum menggambarkan ketimpangan pada skala kelurahan maupun permukiman.

Dilansir dari Kabarpadang.com, ia menyatakan bahwa tingginya rasio gini memperlihatkan distribusi pembangunan yang belum merata serta masih didominasi kelompok ekonomi menengah atas. Kondisi tersebut memperkuat pandangannya bahwa sejumlah program pembangunan belum sepenuhnya efektif dalam menghadapi masalah kemiskinan, pengangguran, dan ketimpangan spasial sehingga data geospasial menjadi kebutuhan mendesak untuk menentukan lokasi prioritas.

Payakumbuh Siapkan Tata Kelola Smart City Lewat Pemanfaatan Data Geospasial - Gambar 1

Komitmen Payakumbuh terhadap tata kelola data terintegrasi sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 25/2004 dan Peraturan Presiden Nomor 39/2019 tentang Satu Data Indonesia. BIG DATA merupakan hasil Aksi Perubahan Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) II Tahun 2025 yang digagas Faisal, Kepala Bidang Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Bappeda, melalui kolaborasi lintas OPD. Kehadiran platform ini menjadi tonggak penting bagi transformasi digital pemerintah daerah yang menekankan standar, interoperabilitas, dan validitas data.

BIG DATA menawarkan dua layanan utama, yakni Beranda Digital dan Beranda Fisikal. Beranda Digital yang terintegrasi dalam laman resmi Pemko Payakumbuh berfungsi sebagai simpul Jaringan Informasi Geospasial Daerah (JIGD). Keandalannya didukung pencapaian GIS Portal Payakumbuh yang meraih kategori Unggul dari Badan Informasi Geospasial pada 2025. Fitur Data Analitik Tematik menyajikan 15 kategori tematik sesuai Program Prioritas Nasional. Sementara itu, Beranda Fisikal berperan sebagai pusat konsultasi geospasial di Bappeda untuk pendampingan Admin Geospasial, dilengkapi dukungan akademik dari Program Studi Geografi Universitas Negeri Padang melalui Program Magang Berdampak.

Integrasi data geospasial melalui BIG DATA membantu Payakumbuh menyelaraskan pembangunan daerah dengan prioritas nasional secara lebih terarah. Readiness Criteria untuk pengajuan proposal kepada Pemerintah Pusat dapat disusun lebih lengkap dan berbasis bukti. Kolaborasi lintas OPD serta dukungan teknis Dinas Kominfo memperkuat ekosistem data daerah. Kabid IPW Bappeda menekankan bahwa BIG DATA harus menjadi pijakan kuat dalam membangun ekosistem data yang terbuka dan bermanfaat bagi masyarakat guna mewujudkan Payakumbuh sebagai smart city. Peluncuran ini turut dihadiri seluruh Kepala OPD sebagai bentuk komitmen kolektif terhadap pemanfaatan data geospasial dalam pembangunan kota.

Tinggalkan Komentar

Anda harus login untuk memberikan komentar.

Komentar (0)


Jadilah yang pertama memberikan komentar!