Default Title
Loading...
IMG-LOGO
Home Pendidikan BIG Tengah Godok Kurikulum Geospasial Agar Masuk k...
Pendidikan

BIG Tengah Godok Kurikulum Geospasial Agar Masuk ke Bangku Sekolah

BIG Tengah Godok Kurikulum Geospasial Agar Masuk ke Bangku Sekolah

Badan Informasi Geospasial (BIG) tengah menyusun rancangan kurikulum geospasial agar dapat diterapkan di tingkat SD, SMP, dan SMA. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat literasi geografis dan pemahaman keruangan sejak usia dini, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan akan data dan analisis spasial dalam berbagai sektor pembangunan. BIG menilai bahwa materi geospasial seharusnya hadir sejak jenjang pendidikan dasar hingga menengah agar siswa mampu membaca, memahami, dan memanfaatkan peta sebagai alat analisis ruang.

Kepala Pusat Pengembangan Kompetensi Informasi Geospasial (PPKIG) BIG Ratna Sari Dewi menegaskan bahwa masih banyak siswa yang belum memiliki kemampuan dasar membaca peta. Dalam forum Bicara Kota “Membaca Kota Lewat Peta: Peran Geospasial dalam Pembangunan Kota”, ia menyampaikan bahwa kondisi ini menunjukkan minimnya literasi geospasial di sekolah. Dilansir dari ANTARA, Ratna menjelaskan bahwa ia kerap menemukan contoh nyata, seperti siswa magang yang tidak dapat menunjukkan letak Surabaya pada peta atau bahkan tidak mengetahui ibu kota Jawa Barat. Ia menilai kondisi tersebut mengkhawatirkan karena kemampuan membaca peta merupakan fondasi penting dalam memahami dinamika ruang dan wilayah.

Ratna menyampaikan bahwa situasi tersebut memperkuat urgensi BIG untuk mendorong pemerintah memasukkan geospasial dalam kurikulum sekolah. Dengan penguasaan sejak dini, siswa akan lebih siap menghadapi perkembangan teknologi pemetaan, analisis citra satelit, sistem informasi geografis (SIG), dan berbagai aplikasi geospasial lainnya yang kini makin relevan dalam pembangunan. BIG memandang bahwa pendidikan geospasial tidak hanya mendukung pelajaran geografi, tetapi juga mengasah kemampuan berpikir spasial yang penting dalam ilmu pengetahuan modern.

Selain fokus pada sekolah, BIG juga memperluas inisiatifnya melalui pelatihan geospasial bagi organisasi perangkat daerah (OPD). Ratna menegaskan bahwa daerah dipersilakan menyelenggarakan pelatihan geospasial, sementara BIG akan memberikan akreditasi untuk memastikan materi yang digunakan selaras dengan kurikulum nasional. Langkah ini diharapkan memperkuat kapasitas daerah dalam mengelola data geospasial untuk perencanaan pembangunan.

Pengembangan kurikulum geospasial oleh BIG menjadi langkah strategis untuk meningkatkan literasi spasial generasi muda dan kompetensi pemerintah daerah. Dengan pemahaman peta dan ruang yang lebih baik, Indonesia berpotensi memiliki sumber daya manusia yang siap menghadapi tantangan tata ruang, pembangunan kota, hingga transformasi digital berbasis data lokasi

Tinggalkan Komentar

Anda harus login dan berlangganan untuk memberikan komentar.

Komentar (0)


Jadilah yang pertama memberikan komentar!