Sebagai lembaga tertinggi penyedia informasi geospasial di Indonesia, Badan Informasi Geospasial (BIG) memegang peran strategis dalam memastikan tersedianya data dan informasi geospasial yang akurat, mutakhir, serta dapat dipertanggungjawabkan. Peran tersebut tidak hanya diwujudkan melalui produksi peta dan basis data geospasial nasional, tetapi juga melalui upaya sistematis dalam membangun sumber daya manusia yang kompeten. Oleh karena itu, demi menjaga kualitas data dan hasil analisis yang sangat bergantung pada kapasitas teknis serta pemahaman spasial para pelaksananya, BIG memandang SDM menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan ekosistem geospasial nasional.
Komitmen BIG dalam melahirkan generasi baru SDM geospasial diwujudkan melalui Pusat Pengembangan Kompetensi Informasi Geospasial (PPKIG). Melalui pusat ini, BIG menjalankan fungsi pembinaan bagi penyelenggara maupun pengguna informasi geospasial di berbagai sektor. PPKIG berperan sebagai instrumen strategis dalam meningkatkan kompetensi teknis dan fungsional yang relevan dengan kebutuhan analisis geospasial modern, mulai dari pengolahan data spasial hingga pemanfaatannya dalam perencanaan dan pengambilan keputusan berbasis wilayah.
Melalui pendidikan dan pelatihan informasi geospasial yang terstruktur, PPKIG bertujuan menciptakan sumber daya manusia pelaksana informasi geospasial yang kompeten dan profesional. SDM yang dihasilkan diharapkan mampu menghasilkan informasi geospasial yang andal, konsisten, serta memiliki tingkat akurasi tinggi sehingga dapat dipertanggungjawabkan baik secara ilmiah maupun administratif. Keberadaan tenaga ahli yang memahami relasi spasial, pola wilayah, dan dinamika lingkungan menjadi kunci dalam menghasilkan analisis yang bernilai guna bagi pembangunan nasional.
Beragam program pelatihan diselenggarakan oleh PPKIG untuk menjawab kebutuhan tersebut, antara lain pelatihan teknis sistem informasi geografis yang menekankan pengelolaan dan analisis data berbasis digital, pelatihan teknis survei dan pemetaan yang berfokus pada ketelitian data dasar, serta pelatihan teknis pengindraan jauh yang mendukung analisis wilayah melalui citra satelit. Selain itu, diklat fungsional surveyor pemetaan disiapkan untuk memastikan standar kompetensi nasional terpenuhi secara berkelanjutan.
Untuk menunjang proses pembelajaran, PPKIG juga menyediakan fasilitas pendukung, seperti ruang kelas, perpustakaan, mes, sarana olahraga, dan ruang makan. Ketersediaan fasilitas ini menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan terintegrasi. Di tengah perkembangan teknologi yang makin pesat, upaya BIG melalui PPKIG menegaskan bahwa kebutuhan akan SDM geospasial yang kompeten merupakan syarat utama agar analisis geospasial di Indonesia mampu menjawab tantangan zaman dan mendukung pembangunan berbasis data yang berkelanjutan.