Default Title
Loading...
IMG-LOGO
Home Keamanan Tersesat di Hutan, Pendaki Ini Selamat Berkat Peta...
Keamanan

Tersesat di Hutan, Pendaki Ini Selamat Berkat Peta Pokemon Go

Tersesat di Hutan, Pendaki Ini Selamat Berkat Peta Pokemon Go

Seorang pendaki menjadi perhatian warganet setelah berhasil keluar dari hutan berkat bantuan aplikasi permainan Pokémon Go ketika Google Maps tidak mampu menampilkan jalur di sekitarnya. Peristiwa ini terekam dalam sebuah video viral dari pengguna TikTok nani.bioblog yang memperlihatkan sang pendaki lebih mengandalkan peta dalam *game* dibanding aplikasi navigasi konvensional. Dalam kondisi tersesat, Google Maps tidak dapat membaca jalan setapak yang ada di kawasan hutan tersebut sehingga informasi arah yang dibutuhkan tidak tersedia secara memadai. 

Dari sudut pandang geospasial, kejadian ini menunjukkan keterbatasan sistem pemetaan digital di wilayah alam terbuka. Banyak jalur hutan, jalan setapak, dan lintasan tidak resmi tidak tercatat dengan baik dalam peta digital arus utama. Google Maps umumnya mengandalkan data jalan formal, citra satelit, serta laporan pengguna sehingga wilayah dengan tutupan vegetasi rapat dan aktivitas manusia rendah sering kali memiliki detail peta yang minim. Kondisi ini berisiko menyesatkan pengguna yang berada di lapangan. 

Berbeda dengan Google Maps, Pokémon Go menggunakan basis peta yang bersumber dari OpenStreetMap, sebuah platform pemetaan terbuka berbasis kontribusi komunitas. Sejak pertama kali dirilis, banyak pemain Pokémon Go turut memperbarui data OpenStreetMap dengan menambahkan bangunan, jalur kecil, taman, hingga area terbuka yang mereka temui di dunia nyata. Kontribusi ini membuat peta menjadi lebih rinci, terutama di wilayah yang jarang tersentuh pemetaan resmi. 

Keunggulan peta berbasis komunitas terletak pada kedekatannya dengan kondisi lapangan. Pemain yang aktif bergerak dan menjelajah secara tidak langsung membantu memperbarui informasi spasial yang sebelumnya kosong. Meski terdapat tantangan, seperti data yang kurang akurat akibat kesalahan pengeditan, kontribusi kolektif tetap memperluas cakupan peta dan menghadirkan jalur-jalur kecil yang penting bagi navigasi darurat. 

Kasus pendaki ini juga memperlihatkan bagaimana Niantic memanfaatkan interaksi pemain sebagai sumber pembaruan data spasial miliknya. Aktivitas bermain yang mengharuskan pemain bergerak di dunia nyata menciptakan sistem pemetaan partisipatif yang terus berkembang. Pendekatan ini menjadi pelengkap bagi sistem navigasi konvensional yang memiliki keterbatasan cakupan di wilayah terpencil. 

Fenomena ini membuktikan bahwa aplikasi hiburan tidak selalu terbatas pada fungsi utamanya. Dalam situasi tertentu, Pokémon Go justru mampu menyediakan informasi spasial yang lebih relevan dibanding aplikasi navigasi umum. Kejadian ini menjadi pengingat bahwa keberagaman sumber data geospasial dapat berperan penting dalam situasi darurat, terutama di lingkungan alam yang belum sepenuhnya terpetakan.

Tinggalkan Komentar

Anda harus login untuk memberikan komentar.

Komentar (0)


Jadilah yang pertama memberikan komentar!