Default Title
Loading...
IMG-LOGO
Home AI Ketimpangan AI dan Teknologi Geospasial Disebut Ja...
AI

Ketimpangan AI dan Teknologi Geospasial Disebut Jadi Ancaman bagi Keamanan Negara

Ketimpangan AI dan Teknologi Geospasial Disebut Jadi Ancaman bagi Keamanan Negara

Ketimpangan dalam pemanfaatan teknologi geospasial dan kecerdasan buatan kini menjadi perhatian serius karena berpotensi mengancam keamanan negara. Para surveyor menegaskan bahwa kesenjangan penguasaan dua teknologi strategis tersebut dapat melemahkan kemampuan negara dalam memantau sumber daya, memahami dinamika spasial, serta merespons ancaman keamanan yang makin kompleks. Tanpa investasi memadai dan peningkatan kapasitas profesional, negara berisiko kehilangan ketepatan analisis lokasi yang penting bagi pengambilan keputusan strategis.

Dalam pertemuan para surveyor di Nigeria, pembangunan National Geospatial Data Infrastructure (NGDI) kembali ditegaskan sebagai kebutuhan mendesak. Observasi statis pada berbagai titik kontrol di Ibadan dan Lagos menunjukkan kesalahan signifikan dalam jaringan geodetik nasional, menandakan perlunya modernisasi instrumen dan metode pemetaan. Para ahli menyatakan bahwa keterbatasan teknologi masa lalu tidak lagi dapat menjadi alasan ketika peralatan modern telah tersedia. Oleh karena itu, pembaruan jaringan kontrol geospasial diperlukan untuk memastikan integritas dan konsistensi data spasial.

Menurut laporan PUNCH, komunitas survei juga menyoroti perkembangan pembangunan stasiun Continuously Operating Reference (COR) yang sudah dilakukan di tingkat nasional dan daerah. Namun, ketidakkonsistenan data masih ditemukan, seperti perbedaan koordinat dari dua stasiun COR yang berbeda. Ketidakselarasan ini menjadi hambatan besar bagi kebutuhan pemetaan presisi tinggi, yang merupakan fondasi penting dalam analisis geospasial untuk mitigasi bencana, pembangunan infrastruktur, hingga penguatan sistem keamanan negara.

Dalam menghadapi perkembangan kecerdasan buatan, para ahli menekankan pentingnya literasi teknologi, rasa ingin tahu, dan keterbukaan terhadap perubahan. Mereka menyatakan bahwa individu yang melihat AI sebagai alat pendukung cenderung lebih mampu beradaptasi dan berkembang. Selain itu, data satelit dan AI harus menjadi sumber daya yang terbuka dan terpercaya agar tidak berubah menjadi instrumen pengawasan semata. Pemahaman bumi secara lebih mendalam melalui citra resolusi tinggi, AI yang makin cerdas, dan analisis berbasis cloud kini menjadi pilar kecerdasan lingkungan modern.

Pemanfaatan geospatial intelligence juga disebut dapat memperkuat kemampuan pemerintah dalam membuat keputusan berbasis bukti di berbagai sektor, mulai dari pembangunan infrastruktur, transportasi, kota cerdas, respons bencana, hingga penanganan ancaman keamanan. Dengan demikian, memperkecil kesenjangan dalam penguasaan teknologi geospasial dan AI bukan sekadar upaya teknis, melainkan strategi nasional untuk menjaga keamanan, mendukung tata kelola, dan mendorong pembangunan berkelanjutan. Dalam konteks ini, komitmen memperkuat ekosistem geospasial dan AI menjadi langkah penting agar negara tidak tertinggal dalam menghadapi tantangan global yang makin dinamis.

Tinggalkan Komentar

Anda harus login dan berlangganan untuk memberikan komentar.

Komentar (0)


Jadilah yang pertama memberikan komentar!