Default Title
Loading...
IMG-LOGO
Home Kampus Universitas Syiah Kuala Lakukan Pemberdayaan Masya...
Kampus

Universitas Syiah Kuala Lakukan Pemberdayaan Masyarakat Tangguh Bencana Berbasis IoT dan Geospasial

Universitas Syiah Kuala Lakukan Pemberdayaan Masyarakat Tangguh Bencana Berbasis IoT dan Geospasial

Universitas Syiah Kuala melalui Tim Pengabdian Kreativitas Mahasiswa (PKM) Berdampak dari UKM BSPD melaksanakan program pemberdayaan masyarakat tangguh bencana berbasis internet of things (IoT) dan geospasial di Desa Lampahan Timur, Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah. Program ini dirancang sebagai respons atas bencana hidrometeorologi akhir Desember 2025 dengan menempatkan analisis spasial sebagai fondasi pemulihan dan pengurangan risiko di tingkat lokal.

Berdasarkan laporan RRI.co.id, program yang diinisiasi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi ini melibatkan 50 mahasiswa lintas disiplin yang diterjunkan ke lokasi pada 7 Februari 2026. Pendekatan multidisiplin memungkinkan integrasi data fisik wilayah, sosial-ekonomi, dan teknologi digital. Melalui pengarahan awal, pembimbing menegaskan orientasi program pada dampak nyata dan keberlanjutan ketangguhan masyarakat, bukan sekadar kegiatan seremonial.

Tahap awal pemulihan dimulai dengan sosialisasi pada 8 Februari 2026 di Gampong Lampahan Timur. Analisis geospasial menjadi instrumen utama untuk membaca kerentanan wilayah pascabencana. Tim melakukan pemetaan berbasis sistem informasi geografis guna menghasilkan peta rawan bencana, tutupan lahan, jalur evakuasi, serta administrasi desa. Produk peta ini berfungsi sebagai dasar perencanaan berbasis risiko, membantu desa menentukan prioritas rehabilitasi dan pengurangan ancaman di masa depan.

Selain pemetaan permukaan, analisis geospasial diperluas ke bawah permukaan melalui identifikasi akuifer untuk sumber air bersih. Hasil analisis diintegrasikan dengan pengembangan sistem air bersih berbasis tenaga surya dan IoT. Pendekatan ini memungkinkan pemantauan ketersediaan air secara real-time dan meningkatkan resiliensi layanan dasar pada kondisi darurat.

Program juga menitikberatkan pada edukasi kebencanaan dan ketahanan sosial-ekonomi. Masyarakat dibekali pengetahuan mitigasi, kesiapsiagaan keluarga, ketahanan pangan, dan perencanaan logistik darurat. Untuk memastikan keberlanjutan, tim mendampingi pembentukan Kelompok Masyarakat Sadar Bencana (Pokdarna) serta mendorong penyusunan qanun gampong mitigasi bencana sebagai kerangka regulasi lokal berbasis bukti spasial.

Koordinasi dilakukan dengan instansi Pemerintah Kabupaten Bener Meriah dan Pusat Riset STEM USK untuk merumuskan strategi Build Back Better. Diskusi tematik difokuskan pada transformasi digital pendidikan dan rehabilitasi-rekonstruksi pascabencana Siklon Tropis Senyar. Rekomendasi yang dihasilkan diintegrasikan dengan peta risiko dan kebutuhan spesifik wilayah sehingga pembangunan kembali fasilitas, terutama pendidikan, berjalan adaptif, presisi, dan berorientasi pada ketangguhan jangka panjang.

Tinggalkan Komentar

Anda harus login untuk memberikan komentar.

Komentar (0)


Jadilah yang pertama memberikan komentar!