Timur Tengah berada di ambang perang total menyusul operasi militer besar-besaran Amerika Serikat (AS) dan Israel yang menargetkan jantung pertahanan Iran. Eskalasi serangan pada Sabtu, 28 Februari 2026 ini memicu serangan balasan rudal Iran ke berbagai pangkalan militer AS di kawasan Teluk.
Operasi militer gabungan tersebut menghantam fasilitas strategis di Tehran dan sejumlah kota besar lainnya. Pihak berwenang mengonfirmasi bahwa serangan ini menimbulkan kerugian besar di pihak Republik Islam. Selain melumpuhkan infrastruktur militer, serangan udara ini menewaskan sejumlah panglima tertinggi dan menghancurkan garis kepemimpinan Teheran atas gugurnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Kematian Ayatollah Ali Khamenei menjadi titik paling kritis dalam sejarah Iran sejak revolusi 1989. Dilansir dari CNBC Indonesia, pemimpin yang telah berkuasa selama hampir empat dekade tersebut dikonfirmasi meninggal dunia bersama beberapa anggota keluarganya, termasuk anak perempuan, cucu perempuan, serta menantu laki-laki dan perempuan.
Korps Garda Revolusi Islam (Islamic Revolutionary Guard Corps—IRGC) mengeluarkan pernyataan resmi melalui kantor berita Fars terkait kepergian sang pemimpin. "Kita telah kehilangan seorang pemimpin besar dan kita berduka atas kepergiannya," tulis pernyataan tersebut sebagaimana dikutip dari Aljazeera, Minggu, 1 Maret 2026.
Pihak IRGC menegaskan bahwa kematian Khamenei di tangan pihak yang mereka sebut sebagai algojo kemanusiaan justru menjadi bukti legitimasi pengabdiannya. Mereka juga bersumpah akan melakukan pembalasan yang setimpal.
"Kemartiran Khamenei di tangan teroris paling kejam dan algojo kemanusiaan adalah tanda legitimasi pemimpin besar ini dan penerimaan atas pengabdiannya yang tulus. Tangan pembalasan bangsa Iran tidak akan membiarkan mereka lolos," tambah pernyataan tersebut.
Peta Pangkalan Militer AS di Timur Tengah
Iran merespons jatuhnya para pemimpin mereka dengan meluncurkan gelombang rudal dan drone ke arah Israel serta pangkalan militer AS di seluruh Timur Tengah. Serangan ini menyasar negara-negara Arab di kawasan Teluk yang menampung pasukan Washington, memicu kepanikan di wilayah udara regional.
Berdasarkan laporan Fars, titik-titik yang menjadi sasaran IRGC meliputi:
- Qatar: Pangkalan Udara Al Udeid (markas terbesar CENTCOM).
- Kuwait: Pangkalan Udara Al Salem.
- Uni Emirat Arab: Pangkalan Udara Al Dhafra.
- Bahrain: Markas Armada Kelima AS (Naval Support Activity).
