Default Title
Loading...
IMG-LOGO
Home Keamanan Berkat Guide Pahami Arah Angin, Pendaki Ini Selama...
Keamanan

Berkat Guide Pahami Arah Angin, Pendaki Ini Selamat dari Erupsi Gunung Dukono

Berkat Guide Pahami Arah Angin, Pendaki Ini Selamat dari Erupsi Gunung Dukono

Kemampuan memahami ruang dan arah kembali membuktikan perannya sebagai faktor penting dalam penyelamatan nyawa, terutama dalam situasi darurat di kawasan rawan bencana. Hal itu tergambar dari sebuah unggahan video pengguna TikTok Ambi_bollll yang memperlihatkan momen menegangkan sejumlah pendaki yang berada di puncak Gunung Dukono ketika gunung tersebut tiba-tiba mengalami erupsi. Dalam hitungan detik, suasana yang semula tenang berubah drastis menjadi penuh kepanikan. Dentuman keras terdengar dari arah kawah, disusul semburan abu vulkanik yang membumbung tinggi dan menyelimuti langit di sekitar puncak.

Secara spontan, beberapa pendaki langsung berniat turun gunung untuk menyelamatkan diri. Reaksi tersebut tentu wajar mengingat letusan gunung sering kali memicu kepanikan dan dorongan untuk segera menjauh dari sumber bahaya. Namun, di tengah situasi yang mencekam itu, guide atau pemandu lokal justru mengambil keputusan yang berlawanan dengan insting kebanyakan orang. Mereka berteriak meminta para pendaki untuk tetap bertahan di area atas dan tidak terburu-buru turun. Tidak hanya itu, para pemandu juga mengarahkan agar pendaki tidak berlari, tidak membelakangi gunung, serta tetap fokus melihat ke arah atas untuk mengantisipasi kemungkinan jatuhnya batu besar atau material vulkanik lainnya.

Keputusan tersebut bukan diambil secara sembarangan, melainkan berdasarkan pemahaman mendalam terhadap karakter Gunung Dukono yang memang dikenal sangat aktif dan identik dengan erupsi. Warga lokal yang sehari-hari hidup berdampingan dengan gunung itu telah terbiasa menghadapi kondisi serupa sehingga mampu tetap tenang ketika situasi berubah genting. Dalam unggahannya, Ambi_bollll bahkan menegaskan bahwa siapa pun yang ingin mendaki Gunung Dukono sebaiknya wajib didampingi warga lokal atau pemandu yang benar-benar memahami medan dan karakter erupsinya.

Salah satu faktor penting yang membuat keputusan pemandu tersebut tepat adalah kemampuan mereka membaca arah angin. Dengan tetap berada di area atas yang lebih terbuka, mereka dapat memperkirakan ke mana abu vulkanik dan material letusan bergerak. Dari pembacaan itulah mereka menentukan posisi yang relatif lebih aman bagi para pendaki. Kemampuan ini dalam psikologi kognitif berkaitan erat dengan spatial intelligence atau kecerdasan spasial, yakni kemampuan otak untuk memahami posisi, arah, jarak, dan orientasi objek dalam ruang. Dalam situasi darurat, seperti erupsi, kecerdasan inilah yang menjadi penentu antara kepanikan dan keselamatan.

Tinggalkan Komentar

Anda harus login untuk memberikan komentar.

Komentar (0)


Jadilah yang pertama memberikan komentar!