Default Title
Loading...
IMG-LOGO
Home Opini Belajar dari Himmel tentang Sustainble Urbanisme l...
Opini

Belajar dari Himmel tentang Sustainble Urbanisme lewat Kisah Heroiknya Membangun Jembatan

Belajar dari Himmel tentang Sustainble Urbanisme lewat Kisah Heroiknya Membangun Jembatan

Serial anime Frieren: Beyond Journey's End bukan sekadar menyajikan kisah fantasi tentang perjalanan seorang elf mage setelah berakhirnya petualangan besar mengalahkan Raja Iblis. Anime ini justru menawarkan refleksi yang lebih dalam tentang waktu, warisan, dan makna tindakan manusia bagi masa depan. Cerita berpusat pada Frieren, seorang elf yang memiliki umur sangat panjang, yang melakukan perjalanan untuk memahami arti hubungan antarmanusia setelah kepergian rekan-rekan seperjalanannya.

Di balik kisah petualangan dan pertarungan magis, Frieren: Beyond Journey’s End menghadirkan pesan yang jauh lebih dalam. Salah satu pesan yang paling kuat adalah bagaimana sebuah tindakan kecil di masa kini dapat memberikan dampak besar bagi kehidupan generasi berikutnya. Hal inilah yang tergambar jelas dalam salah satu episodenya, tepatnya Season 2 Episode 10 berjudul “Beautiful Sight”.

Dalam episode tersebut, Frieren, Fern, dan Stark tiba di sebuah ngarai raksasa dengan jurang sedalam 3.000 meter. Untuk menyeberang, mereka seharusnya memutar melalui jalur pegunungan yang memakan waktu hingga satu minggu. Namun, di hadapan mereka berdiri sebuah jembatan kokoh yang membentang megah di atas jurang, memungkinkan perjalanan dilanjutkan dengan jauh lebih cepat dan aman.

Jembatan tersebut bukanlah sekadar bangunan penghubung biasa, melainkan simbol warisan dari tindakan heroik Himmel yang pernah membiayai pembangunannya bersama seorang kurcaci bernama Gehen. Dengan kepedulian yang besar terhadap masa depan, Himmel memastikan jembatan itu dirancang sekuat mungkin agar mampu bertahan hingga 1.000 tahun. Hal yang membuat kisah ini makin menyentuh, ia melakukan semua itu bukan demi kepentingannya sendiri, sebab Himmel menyadari bahwa besar kemungkinan ia tidak akan pernah melintasi jembatan tersebut.

Belajar dari Himmel tentang Sustainble Urbanisme lewat Kisah Heroiknya Membangun Jembatan - Gambar 1

Di titik inilah anime ini menyampaikan pesan yang sangat relevan dengan dunia nyata: investasi pada tata ruang dan infrastruktur bukan sekadar pengeluaran biaya, melainkan juga upaya menciptakan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. Apa yang dilakukan Himmel sejatinya sejalan dengan konsep sustainable urbanism atau pembangunan kota berkelanjutan.

Lalu, apa itu sustainable urbanism? Mengapa konsep ini disebut sebagai investasi yang mampu menyelamatkan kehidupan manusia, seperti yang dilakukan Himmel?

Apa Itu Sustainable Urbanism?

Secara sederhana, sustainable urbanism atau pembangunan urban berkelanjutan adalah konsep yang mempelajari sekaligus menerapkan cara membangun kota agar mampu bertahan dalam jangka panjang. Fokus utamanya bukan hanya menghadirkan bangunan dan infrastruktur untuk kebutuhan hari ini, tetapi juga memastikan kota tetap layak huni bagi generasi mendatang.

Konsep ini menekankan pengurangan konsumsi sumber daya, limbah, serta berbagai dampak buruk terhadap manusia dan lingkungan. Pada saat yang sama, sustainable urbanism berupaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh, mulai dari aspek fisik, ekologi, ekonomi, sosial, kesehatan, hingga keadilan akses bagi seluruh penduduk.

Gagasan ini pertama kali diperkenalkan oleh Profesor Susan Owens dari University of Cambridge pada dekade 1990-an. Sejak saat itu, konsep tersebut berkembang menjadi salah satu fondasi penting dalam perencanaan kota modern.

Dalam konteks perkotaan saat ini, istilah “kota” tidak hanya merujuk pada pusat kota semata, tetapi juga mencakup kawasan metropolitan, wilayah pinggiran, suburban, hingga kawasan urban yang terus meluas. Artinya, sustainable urbanism berbicara tentang bagaimana seluruh ekosistem kota dirancang agar tetap efisien, inklusif, dan ramah lingkungan.

Oleh karena itu, keberlanjutan menjadi elemen utama dalam praktik perencanaan kota, desain urban, arsitektur lanskap, teknik sipil, hingga rekayasa lingkungan. Semua disiplin tersebut bekerja sama untuk menciptakan ruang hidup yang lebih baik, mulai dari transportasi yang terintegrasi, ruang terbuka hijau, bangunan hemat energi, hingga tata ruang yang memudahkan mobilitas masyarakat.

Konsep ini juga memiliki keterkaitan erat dengan istilah lain, seperti green urbanism, ecological urbanism, sustainable development, hingga smart growth. Meski memiliki fokus yang sedikit berbeda, seluruh pendekatan tersebut memiliki tujuan yang sama, yaitu menciptakan kota yang tidak hanya berkembang pesat, tetapi juga tetap berkelanjutan secara sosial, ekonomi, dan lingkungan.

Investasi Masa Depan Lewat Infrastruktur dan Tata Ruang

Belajar dari kisah Himmel, investasi pada tata ruang dan infrastruktur sebenarnya tidak lagi bisa dianggap sebagai sekadar pengeluaran biaya. Saat ini, hal tersebut lebih tepat dipahami sebagai investasi jangka panjang yang bisa membawa banyak manfaat bagi masa depan sebuah kota.

Pembangunan jalan, jembatan, ruang publik, hingga sistem transportasi yang dirancang dengan baik dapat memberikan dampak besar bagi perkembangan wilayah. Ketika akses menjadi lebih mudah, aktivitas masyarakat pun berjalan lebih lancar, distribusi barang menjadi lebih cepat, dan peluang ekonomi baru bisa tumbuh di berbagai kawasan.
Tidak hanya berdampak pada ekonomi, tata ruang yang baik juga sangat berpengaruh terhadap kualitas hidup masyarakat. Akses yang lebih dekat ke sekolah, rumah sakit, pusat bisnis, serta ruang terbuka hijau membuat kehidupan sehari-hari menjadi lebih nyaman dan efisien. Manfaat ini bahkan bisa dirasakan tidak hanya oleh masyarakat saat ini, tetapi juga oleh generasi berikutnya.

Lewat kisah sederhana tentang sebuah jembatan dalam Frieren: Beyond Journey's End, anime ini seolah mengingatkan kita bahwa tata ruang dan infrastruktur bukan hanya soal bangunan fisik. Lebih dari itu, keduanya adalah keputusan penting yang bisa membantu dan bahkan menyelamatkan kehidupan di masa depan, sama seperti jembatan warisan Himmel yang akhirnya membantu perjalanan Frieren dan teman-temannya.

Lalu, jika sebuah jembatan dalam kisah fantasi saja mampu menjadi simbol harapan untuk masa depan, bukankah hal ini membuat kita bertanya, sudah sejauh mana kota-kota kita hari ini dibangun dengan prinsip sustainable urbanism agar tetap nyaman, aman, dan bermanfaat bagi generasi mendatang? 
 

Tags:

Tinggalkan Komentar

Anda harus login untuk memberikan komentar.

Komentar (0)


Jadilah yang pertama memberikan komentar!