Default Title
Loading...
IMG-LOGO
Home Kampus Drone Mulai Masuk Kurikulum Geospasial di Perkulia...
Kampus

Drone Mulai Masuk Kurikulum Geospasial di Perkuliahan

Drone Mulai Masuk Kurikulum Geospasial di Perkuliahan

Penggunaan drone kini menjadi bagian penting dalam kurikulum geospasial di berbagai universitas, termasuk University of Nebraska–Lincoln. Tenaga pengajar memperkenalkan teknologi ini kepada sekitar 30 mahasiswa dengan menunjukkan cara merencanakan jalur terbang drone DJI melalui monitor dan memanfaatkan kamera beresolusi tinggi untuk mengumpulkan citra dari lingkungan sekitar Hardin Hall. Demonstrasi langsung ini membantu mahasiswa memahami bagaimana data spasial dikumpulkan secara presisi, mengubah konsep teoretis menjadi pengalaman praktik nyata di lapangan.

Selain kamera, mahasiswa juga diperkenalkan pada teknologi LiDAR yang dipasang pada drone. LiDAR bekerja dengan memancarkan laser ke permukaan tanah dan mengukur waktu pantulnya, sehingga menghasilkan model tiga dimensi dari vegetasi dan bangunan. Dengan melihat tampilan holografis yang dihasilkan, mahasiswa dapat lebih mudah memahami struktur 3D lanskap dan membangun keterampilan literasi sensor yang kini menjadi kompetensi wajib dalam pemetaan modern.

Setelah demonstrasi awal, tenaga pengajar mendampingi mahasiswa dalam kegiatan analisis data. Mereka menunjukkan bagaimana drone digunakan dalam penelitian padang rumput Nebraska, sementara mahasiswa mempraktikkan pengolahan citra dan data yang telah dikumpulkan. Pendekatan ini memungkinkan mahasiswa membaca dinamika lanskap dan menghubungkan proses akuisisi data dengan interpretasi geospasial.

Berdasarkan laporan IANR News, sebelum diizinkan mengoperasikan drone, mahasiswa wajib memiliki Remote Pilot Certificate dari Federal Aviation Administration. Sertifikasi ini bukan hanya prosedur formal, melainkan juga bagian dari profesionalisasi mahasiswa dalam bidang geospasial. Meskipun satu unit drone universitas berharga sekitar US$20.000 atau sekitar Rp334 juta, popularitasnya terus meningkat karena drone telah menggantikan pesawat untuk pemetaan detail dan penelitian lapangan.

Dengan makin banyaknya mahasiswa dari agronomi, teknik sistem biologi, ilmu lingkungan, dan studi satwa liar yang mengikuti kelas pengantar geospasial, integrasi drone diharapkan mendorong minat lebih luas dalam sains spasial. Melalui pengalaman langsung, mahasiswa tidak hanya belajar teknologi, tetapi juga membangun pemahaman mendalam tentang bagaimana geospasial modern dapat diaplikasikan untuk analisis lanskap, konservasi, dan penelitian multidisiplin.

Tinggalkan Komentar

Anda harus login dan berlangganan untuk memberikan komentar.

Komentar (0)


Jadilah yang pertama memberikan komentar!