Dalam lanskap konflik modern, kekuatan militer tidak lagi ditentukan semata oleh jumlah pasukan atau kecanggihan persenjataan, tetapi juga oleh kemampuan membaca ruang, waktu, dan pergerakan secara presisi. Operation Absolute Resolve yang dijalankan di Caracas menunjukkan bagaimana dominasi analisis geospasial menjadi fondasi utama keberhasilan operasi tingkat tinggi yang diarahkan langsung oleh pemerintahan Donald Trump. Operasi ini menegaskan bahwa intelijen berbasis lokasi telah berevolusi dari sekadar alat pendukung menjadi instrumen strategis penentu kemenangan.
Fondasi pemetaan tersebut diperkuat oleh peran National Geospatial-Intelligence Agency (NGA) yang menyediakan citra resolusi tinggi dan peta tematik wilayah perkotaan Caracas. Informasi visual ini memungkinkan pasukan operasi khusus membaca struktur kota secara detail, menentukan rute infiltrasi dan eksfiltrasi yang paling aman, serta mengantisipasi hambatan fisik khas lingkungan urban yang padat dan kompleks.
Dilansir dari Defense One, dalam bulan-bulan menjelang pelaksanaan operasi, NGA yang bekerja sama dengan National Security Agency (NSA) dan Central Intelligence Agency (CIA) secara sistematis membangun potret geospasial yang mendalam mengenai aktivitas harian Nicolás Maduro. Analisis tersebut tidak berhenti pada identifikasi lokasi, tetapi menelusuri pola pergerakan, tempat tinggal, jalur perjalanan, hingga rutinitas personal yang dipetakan secara temporal. Dengan pendekatan ini, target operasi tidak lagi dipahami sebagai individu semata, melainkan sebagai entitas spasial yang perilakunya dapat dianalisis melalui korelasi antara lokasi, waktu, dan aktivitas.
Baca juga: Mengurai Peta Serangan Amerika Serikat di Venezuela hingga Libatkan Intelijen Geospasial
Koordinasi lintas lembaga tersebut kemudian menyatu dalam pengolahan data sinyal komunikasi yang dipadukan dengan analisis geolokasi. Pemantauan komunikasi elektronik tidak hanya berfungsi sebagai alat penyadapan, tetapi menjadi sarana untuk membaca indikasi pergerakan pasukan, mendeteksi potensi aktivasi sistem radar, hingga menangkap perubahan status keamanan di berbagai titik strategis. Seluruh informasi ini selanjutnya dikonversi ke dalam peta dinamis yang terus diperbarui sehingga mampu memberikan peringatan dini sekaligus gambaran situasional secara real-time bagi komando operasi di lapangan, memungkinkan pengambilan keputusan yang cepat dan presisi dalam kondisi yang sangat berubah-ubah.
Kolaborasi antara lembaga Amerika Serikat tersebut membuat Operation Absolute Resolve menunjukkan bahwa keunggulan geospasial telah menjelma menjadi senjata strategis utama dalam operasi militer modern. Keberhasilan misi ini menegaskan bahwa penguasaan data lokasi, citra, dan sinyal dalam satu kerangka analisis terpadu menjadi kunci bagi Amerika Serikat dalam menjalankan operasi berisiko tinggi secara cepat, senyap, dan presisi.
