Default Title
Loading...
IMG-LOGO
Home Amerika Serikat Badan Geospasial Amerika Percayakan Project GEOINT...
Amerika Serikat

Badan Geospasial Amerika Percayakan Project GEOINT Senilai Rp11 Triliun kepada Startup Lokal Mereka

Badan Geospasial Amerika Percayakan Project GEOINT Senilai Rp11 Triliun kepada Startup Lokal Mereka

Pemerintah Amerika Serikat mengambil langkah strategis yang mencerminkan perubahan besar dalam lanskap intelijen modern. Keputusan ini bukan hanya soal memilih penyedia teknologi, tetapi menandai bagaimana kecerdasan buatan kini menjadi pilar utama dalam membaca dinamika ruang, memetakan ancaman, serta menafsirkan pola-pola tersembunyi yang selama ini sulit dijangkau analisis manusia.

Di tengah meningkatnya kebutuhan akan analisis geospasial yang cepat, akurat, dan berbasis data raksasa dari satelit observasi Bumi, Badan Geospasial Amerika atau National Geospatial-Intelligence Agency (NGA) menunjuk Enabled Intelligence sebagai pemegang kontrak proyek geospatial intelligence (GEOINT) bernilai Rp11,78 triliun, sebagaimana dilaporkan oleh Payload. Hal ini menandai babak baru pemanfaatan AI dalam sistem intelijen geospasial nasional.

Kontrak bernama SEQUOIA ini berlangsung selama tujuh tahun dan menjadi proyek pelabelan data terbesar dalam sejarah NGA. Pemerintah Amerika menyatakan bahwa Enabled Intelligence diberi mandat untuk menyediakan algoritma computer vision yang mampu mengotomatiskan deteksi objek, pelacakan, klasifikasi, dan identifikasi pola spasial, sekaligus memperkuat pemrosesan bahasa alami serta pemodelan AI/ML untuk kebutuhan automasi proses intelijen dalam misi GEOINT.

Langkah ini lahir dari tantangan ledakan data observasi Bumi, di mana konstelasi satelit visual, inframerah, dan Synthetic Aperture Radar menghasilkan volume data yang terlalu besar untuk dianalisis secara manual. Sejak berdiri pada 2020, Enabled Intelligence berfokus pada pengubahan data mentah menjadi model intelijen yang akurat sehingga pemanfaatan AI ditegaskan sebagai kebutuhan mendesak untuk menemukan pola, anomali, dan informasi kritis secara efisien.

Dalam operasionalnya, teknologi ini memungkinkan pemantauan zona konflik secara real-time untuk melihat perubahan pada infrastruktur musuh, mengidentifikasi ancaman, hingga menyajikan wawasan strategis yang dapat ditindaklanjuti dengan cepat. Proyek ini tidak dijalankan sendirian, Enabled Intelligence berkolaborasi dengan BAE Systems, Vantor (sebelumnya Maxar Intelligence), serta Whiteboard Federal untuk memastikan integrasi penuh teknologi AI dalam infrastruktur GEOINT nasional. Kolaborasi tersebut memastikan komunitas intelijen Amerika menerima sistem geospasial yang terpadu, presisi, dan siap menjawab tantangan keamanan global yang makin kompleks.

Keputusan Amerika Serikat mempercayakan proyek fundamental bernilai strategis ini kepada startup lokal menunjukkan kesadaran bahwa kedaulatan data dan keamanan nasional tidak dapat dipisahkan. Hal ini menjadi pelajaran penting bahwa proyek berisiko tinggi dan berkaitan langsung dengan kerentanan negara selayaknya dikelola oleh kemampuan dalam negeri sehingga kontrol atas infrastruktur geospasial tetap berada pada tangan yang dapat dipertanggungjawabkan.

Tinggalkan Komentar

Anda harus login dan berlangganan untuk memberikan komentar.

Komentar (0)


Jadilah yang pertama memberikan komentar!