Di tengah percepatan adopsi teknologi dan keterbatasan ruang fisik di wilayah perkotaan, berbagai bentuk olahraga alternatif mulai bermunculan sebagai respons atas perubahan pola aktivitas masyarakat. Salah satu fenomena yang menarik perhatian adalah sepak bola drone, sebuah olahraga berbasis teknologi yang memindahkan konsep permainan sepak bola ke dalam ruang tiga dimensi menggunakan wahana tanpa awak. Kehadirannya menandai pergeseran fungsi ruang, dari sekadar tempat aktivitas fisik menjadi arena interaksi manusia dan teknologi yang makin kompleks.
Sepak bola drone atau drone soccer mulai berkembang di Indonesia sejak 2023 sebagai bentuk olahraga berbasis teknologi yang memadukan penguasaan ruang, strategi tim, dan kecakapan kendali wahana. Kemunculan olahraga ini sangat relevan dengan kondisi wilayah perkotaan Indonesia yang memiliki keterbatasan ruang terbuka, tetapi kaya akan ruang tertutup, seperti gedung olahraga, aula komunitas, hingga fasilitas pendidikan. Karakter dalam ruangan membuat sepak bola drone dapat menyebar secara fleksibel tanpa bergantung pada kondisi cuaca maupun regulasi ketat penerbangan udara.
Berbeda dengan lomba drone konvensional yang menekankan kecepatan atau kualitas visual, sepak bola drone berfokus pada presisi pergerakan dalam ruang tiga dimensi yang sempit. Setiap drone dilindungi kerangka berbentuk bola sehingga aman saat terjadi benturan. Pemain dituntut memiliki pemahaman jarak, sudut, dan posisi relatif antarobjek di dalam arena. Pola pergerakan tidak bersifat bebas, melainkan mengikuti skema permainan terstruktur yang menuntut koordinasi spasial antarpemain agar serangan dan pertahanan berjalan efektif.
Struktur permainan sepak bola drone juga memperlihatkan pembagian ruang yang jelas. Satu tim umumnya terdiri atas tiga hingga lima pemain, menyesuaikan kelas wahana yang digunakan. Peran pemain ditetapkan secara tegas, dengan satu penyerang yang berfokus mencetak gol dan pemain lainnya bertugas sebagai bertahan. Pertandingan berlangsung dalam tiga set berdurasi tiga menit sehingga pengelolaan ruang dan waktu menjadi satu kesatuan strategi. Arena diawasi oleh tiga wasit dengan fungsi berbeda untuk memastikan setiap pergerakan drone sesuai aturan dan setiap gol tercatat akurat.
