Default Title
Loading...
IMG-LOGO
Home Organisasi OGC Dorong Pemanfaatan Spatial Data Infrastructure...
Organisasi

OGC Dorong Pemanfaatan Spatial Data Infrastructure untuk Pengambilan Keputusan Strategis Lintas Sektor

OGC Dorong Pemanfaatan Spatial Data Infrastructure untuk Pengambilan Keputusan Strategis Lintas Sektor

Dorongan global terhadap pemanfaatan dan modernisasi Spatial Data Infrastructure (SDI) makin menguat seiring inisiatif strategis yang digalang oleh Open Geospatial Consortium (OGC). Organisasi ini menegaskan bahwa SDI merupakan sistem fundamental yang membentuk cara data berbasis lokasi dikumpulkan, dibagikan, dan digunakan secara luas dalam berbagai sektor. Dalam konteks analisis geospasial, SDI berperan sebagai infrastruktur inti yang menghubungkan berbagai sumber data spasial sehingga mampu menghasilkan pemahaman keruangan yang lebih menyeluruh.

Seiring meningkatnya ketergantungan pada informasi berbasis lokasi, kebutuhan akan koordinasi dan konsistensi data lintas lembaga menjadi makin mendesak. Oleh karena itu, OGC melihat perlunya percepatan harmonisasi untuk mendukung pengambilan keputusan spasial yang lebih presisi dan responsif.

Untuk menjembatani kebutuhan tersebut, OGC meluncurkan SDI Modernization Gateway sebagai upaya mempercepat modernisasi SDI melalui pemetaan kondisi aktual, khususnya di Amerika Serikat. Berdasarkan laporan Spatial Source, inisiatif ini merupakan hasil kolaborasi antara OGC, para anggotanya, dan Federal Geographic Data Committee (FGDC). Kehadiran gateway ini tidak hanya memperlihatkan capaian implementasi SDI sejauh ini, tetapi juga mengidentifikasi tantangan mendasar yang masih menghambat optimalisasi, seperti fragmentasi data, kurangnya integrasi antarplatform, serta rendahnya pemanfaatan data geospasial yang sebenarnya memiliki potensi strategis tinggi. Dengan demikian, gateway ini menjadi instrumen penting untuk membaca kesiapan dan arah penguatan SDI di masa mendatang.

Upaya modernisasi tersebut makin kuat karena selaras dengan strategi spasial nasional Amerika Serikat yang dirumuskan dalam "Building the Geospatial Future Together—The NSDI Strategic Plan 2025–2035". Strategi ini berupaya memadukan keahlian sektor publik dan privat guna menghadirkan layanan geospasial yang terintegrasi dan interoperabel.

Fokus utamanya mencakup peningkatan tata kelola, penguatan kualitas data dan teknologi, serta pengembangan kapasitas sumber daya manusia. Dalam perspektif analisis geospasial, ketiga pilar ini menjadi fondasi penting untuk memastikan bahwa SDI berkembang tidak hanya sebagai repositori data, tetapi sebagai sistem yang mampu memenuhi kebutuhan analisis spasial yang kian kompleks dan dinamis.

Sejalan dengan arah tersebut, modernisasi SDI juga merujuk pada kerangka UN Integrated Geospatial Information Framework (UN-IGIF) sebagai standar global tata kelola informasi geospasial nasional. OGC menekankan bahwa SDI yang ada saat ini masih bersifat silo dan kurang dimanfaatkan sehingga perlu bertransformasi menjadi infrastruktur pengetahuan yang lebih dinamis. Transformasi ini menuntut SDI untuk tidak hanya menyimpan data, tetapi juga mampu mengintegrasikan data real-time, mendukung analisis prediktif, serta menghasilkan wawasan spasial yang relevan bagi kebijakan berbasis bukti.

Pada akhirnya, OGC menegaskan bahwa modernisasi SDI tidak dapat diwujudkan hanya dengan pembaruan teknologi. Transformasi ini membutuhkan kolaborasi lintas sektor, integrasi teknologi baru, tata kelola data yang efisien, serta penyediaan informasi spasial yang dapat ditindaklanjuti secara cepat. Melalui SDI Modernization Gateway, OGC membuka ruang partisipasi luas bagi seluruh komunitas geospasial untuk terlibat, memberikan pemikiran, dan mendorong percepatan menuju SDI yang lebih modern, interoperabel, serta siap menjawab tantangan geospasial global yang terus berkembang.

Tinggalkan Komentar

Anda harus login untuk memberikan komentar.

Komentar (0)


Jadilah yang pertama memberikan komentar!