Default Title
Loading...
IMG-LOGO
Home Pemerintah Menteri PPN Tegaskan Arah Riset Harus Berorientasi...
Pemerintah

Menteri PPN Tegaskan Arah Riset Harus Berorientasi pada Perubahan Iklim, Geopolitik, dan Desentralisasi

Menteri PPN Tegaskan Arah Riset Harus Berorientasi pada Perubahan Iklim, Geopolitik, dan Desentralisasi

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Rachmat Pambudy, menegaskan bahwa arah riset nasional harus disusun untuk merespons perubahan besar yang sedang berlangsung, baik di tingkat global maupun domestik. Ia menilai Indonesia dan dunia tengah berada dalam fase perubahan yang sangat cepat dan berskala besar sehingga riset tidak lagi cukup berfokus pada persoalan jangka pendek, melainkan harus mampu membaca masa depan.

Perubahan geopolitik dan geoekonomi menjadi salah satu faktor utama yang perlu mendapat perhatian serius dalam agenda riset. Dinamika kekuatan global, pergeseran pusat pertumbuhan ekonomi, serta perubahan pola perdagangan internasional menuntut pemahaman berbasis spasial. Riset dipandang penting untuk memetakan posisi Indonesia saat ini, menelusuri kondisi masa lalu, serta merumuskan langkah strategis ke depan.

Selain geopolitik dan geoekonomi, perubahan iklim juga disebut sebagai tantangan yang tidak dapat dihindari. Pemanasan global, percepatan emisi karbon, serta kenaikan suhu dan permukaan air laut merupakan dampak nyata yang telah dirasakan di berbagai wilayah. Dalam konteks spasial, perubahan iklim memperbesar risiko pada kawasan pesisir, wilayah rawan bencana, serta daerah dengan daya dukung lingkungan terbatas. Riset yang berorientasi pada pemetaan risiko dan kerentanan wilayah menjadi kunci untuk mendukung kebijakan adaptasi dan mitigasi perubahan iklim agar pembangunan tetap berkelanjutan.

Sebagaimana dikutip dari laman resmi BRIN, Rachmat juga menyoroti desentralisasi sebagai perubahan struktural yang memerlukan dukungan riset yang kuat. Otonomi daerah menciptakan keragaman kapasitas pembangunan antarwilayah sehingga diperlukan riset yang mampu membaca potensi dan tantangan lokal secara spesifik. Pengalaman sejumlah negara menunjukkan bahwa kesiapan riset menjadi fondasi penting dalam menghadapi dampak desentralisasi.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa persoalan pangan, energi, dan air merupakan tantangan strategis yang saling berkaitan dan sangat bergantung pada kondisi geografis. Oleh karena itu, arah riset harus diselaraskan dengan agenda pembangunan nasional yang telah ditetapkan Presiden melalui Astacita. Dalam hal ini, Kementerian PPN/Bappenas membutuhkan dukungan riset dari Badan Riset dan Inovasi Nasional agar perencanaan pembangunan dapat disusun secara lebih akurat, berbasis data spasial, dan berorientasi jangka panjang. Dengan latar belakangnya sebagai peneliti, Rachmat menegaskan bahwa meskipun profesi peneliti penuh tantangan, riset tetap menjadi instrumen paling strategis untuk menuntun pembangunan Indonesia menghadapi perubahan global.

Tinggalkan Komentar

Anda harus login dan berlangganan untuk memberikan komentar.

Komentar (0)


Jadilah yang pertama memberikan komentar!