Default Title
Loading...
IMG-LOGO
Home Internasional Arab Saudi Tempatkan Climate-Tech sebagai Pilar Ba...
Internasional

Arab Saudi Tempatkan Climate-Tech sebagai Pilar Baru Keamanan Nasional

Arab Saudi Tempatkan Climate-Tech sebagai Pilar Baru Keamanan Nasional

Negara-negara Arab Teluk, khususnya Arab Saudi, makin memandang perubahan iklim sebagai isu strategis yang berkaitan langsung dengan keamanan nasional. Risiko cuaca ekstrem, kenaikan suhu, banjir mendadak, hingga degradasi pesisir menuntut pendekatan baru yang berbasis teknologi. Dalam konteks ini, pengembangan climate-tech yang mengandalkan kecerdasan buatan (AI) dan observasi Bumi (Earth observation) berbasis satelit menjadi alat penting untuk membaca ancaman lingkungan secara dini dan akurat melalui analisis geospasial.

Pemanfaatan AI dalam observasi Bumi memungkinkan negara untuk memodelkan pola cuaca ekstrem, memetakan risiko banjir, dan memantau perubahan lingkungan secara hampir real time. Pendekatan ini menggeser fokus dari sekadar pengumpulan citra satelit menuju pemaknaan data spasial. Data geospasial yang dianalisis dengan model AI memungkinkan pemerintah memahami dinamika wilayah secara lebih mendalam, termasuk area yang sebelumnya tidak dianggap rawan bencana, seperti wilayah perkotaan di kawasan gurun.

Kemajuan tersebut tercermin dari riset yang dikembangkan di laboratorium IBM di Zurich, yang menjadi pusat pengembangan pemodelan iklim, analitik satelit, dan komputasi kuantum. Dilansir dari Arab News, Fasilitas ini menunjukkan bagaimana teknologi geospasial membentuk cara negara membaca perubahan lingkungan dan merancang strategi ketahanan jangka panjang. Penelitian di sana menegaskan bahwa nilai utama satelit terletak pada kemampuan mengolah dan menafsirkan data dalam skala besar untuk mendukung pengambilan keputusan strategis.

Gambar 1

Bagi Arab Saudi, pengembangan teknologi geospasial sejalan dengan agenda Vision 2030 yang menekankan transformasi digital, keberlanjutan, dan penguatan sektor antariksa. Analisis spasial sangat krusial untuk melindungi infrastruktur pesisir di Laut Merah, mendukung restorasi mangrove dalam kerangka Saudi Green Initiative, serta mengantisipasi curah hujan ekstrem di kota-kota besar, seperti Riyadh dan Jeddah. Simulasi berbasis data memungkinkan perencanaan tata ruang, infrastruktur drainase, dan kesiapsiagaan darurat dilakukan secara lebih presisi.

Perkembangan climate-tech juga ditopang oleh budaya inovasi terbuka. Model AI geospasial berbasis open-source memungkinkan lembaga pemerintah dan peneliti lokal menyesuaikan teknologi dengan karakter geografis masing-masing wilayah. Pendekatan kolaboratif ini mempercepat inovasi, mengurangi hambatan birokrasi, dan memperkuat kapasitas nasional dalam menghadapi volatilitas lingkungan yang makin kompleks.

Tinggalkan Komentar

Anda harus login dan berlangganan untuk memberikan komentar.

Komentar (0)


Jadilah yang pertama memberikan komentar!