Default Title
Loading...
IMG-LOGO
Home Sains Teknologi Peneliti Ungkap Bahwa Burung Merpati Punya Organ y...
Sains Teknologi

Peneliti Ungkap Bahwa Burung Merpati Punya Organ yang Berfungsi seperti Kompas

Peneliti Ungkap Bahwa Burung Merpati Punya Organ yang Berfungsi seperti Kompas

Penelitian terbaru kembali menyingkap misteri navigasi burung merpati yang selama ini dianggap sebagai salah satu keajaiban alam. Para ilmuwan mengungkap bahwa merpati memiliki organ yang bekerja layaknya kompas internal, yaitu kemampuan mendeteksi medan magnet Bumi melalui arus listrik mikro yang muncul di telinga bagian dalam.

Dengan temuan ini, kemampuan merpati pulang dari jarak ratusan kilometer bukan lagi sekadar insting bawaan, melainkan juga mekanisme geospasial biologis yang dapat dijelaskan secara ilmiah. Pengamatan rinci melalui pemetaan otak tingkat lanjut dan analisis RNA sel tunggal pada sel telinga dalam menunjukkan bahwa bagian vestibular merupakan pusat magnetoresepsi, yakni organ yang membaca variasi medan magnet sekaligus memproses arah dan akselerasi pergerakan burung.

Dilansir dari nature.com, seorang peneliti sensorik dari Swedia menyatakan bahwa hasil penelitian ini adalah demonstrasi paling jelas sejauh ini mengenai jalur saraf yang bertanggung jawab terhadap pemrosesan medan magnet pada hewan. Selama beberapa dekade, dua teori besar berusaha menjelaskan bagaimana burung menentukan arah: pertama, dugaan bahwa burung dapat ‘melihat’ medan magnet melalui proses kuantum di retina; kedua, hipotesis bahwa partikel besi mikroskopis di paruh berfungsi sebagai jarum kompas alami.

Namun, belum pernah ada penelitian yang benar-benar menegaskan lokasi sensor magnetik dalam otak dan bagaimana sinyal tersebut terhubung dengan sistem saraf. Temuan tahun 2011 yang menunjukkan bahwa medan magnet memicu aktivitas pada sistem vestibular merpati akhirnya menjadi titik awal penting, terutama karena organ ini terdiri atas tiga kanal cairan yang memetakan gerakan dalam sumbu x, y, dan z, struktur yang sangat ideal untuk menyelaraskan informasi spasial dan geomagnetik.

Dalam eksperimen terbaru, para peneliti menempatkan enam merpati dalam medan magnet yang sedikit lebih kuat dari medan geomagnetik Bumi. Kepala burung dibuat tidak bergerak, tetapi medan magnet diputar secara konstan untuk mensimulasikan perubahan orientasi ruang. Ketika pemetaan aktivitas neuron dilakukan melalui teknik pengosongan jaringan otak, pola sinyal menunjukkan peningkatan aktivitas pada bagian otak yang menerima input dari sistem vestibular dan pusat integrasi sensorik lainnya. Data ini mempersempit kandidat organ kompas hingga akhirnya mengarah pada satu titik yang paling logis: telinga bagian dalam.

Secara teoretis, arus listrik dapat muncul dalam jaringan biologis ketika dipengaruhi medan magnet, sebuah gagasan yang telah diusulkan sejak abad ke-19 dan kini menemukan pembuktiannya pada merpati. Mekanisme ini serupa dengan sistem kelistrikan alami pada hiu dan kelincir yang digunakan untuk mendeteksi mangsa. Dengan temuan ini, merpati tidak hanya terbukti memiliki kemampuan navigasi luar biasa, tetapi juga menyimpan perangkat geospasial alami yang bekerja senyap di dalam tubuhnya.

Tinggalkan Komentar

Anda harus login dan berlangganan untuk memberikan komentar.

Komentar (0)


Jadilah yang pertama memberikan komentar!