Default Title
Loading...
IMG-LOGO
Home Sains Teknologi Neumann Luncurkan VIS, Studio Audio 3D Spasial yan...
Sains Teknologi

Neumann Luncurkan VIS, Studio Audio 3D Spasial yang Ubah Pemahaman Soal Ruang Suara

Neumann Luncurkan VIS, Studio Audio 3D Spasial yang Ubah Pemahaman Soal Ruang Suara

Di tengah meningkatnya kebutuhan produksi audio imersif, Neumann memperkenalkan solusi yang menggeser paradigma kerja kreator. Perusahaan legendaris di dunia audio ini meluncurkan Virtual Immersive Studio (VIS), sebuah aplikasi pengontrol audio spasial yang dirancang khusus untuk Apple Vision Pro. Tidak sekadar menambah fitur baru, VIS menawarkan lingkungan kerja tiga dimensi yang memungkinkan produser melihat, menyentuh, dan memindahkan suara seolah benar-benar hadir di ruang fisik mereka.

VIS menjadi jembatan antara komputasi spasial dan proses kreatif audio. Dengan pendekatan yang menggantikan antarmuka 2D konvensional, aplikasi ini memungkinkan kreator mengoperasikan Logic Pro secara intuitif di lingkungan augmented reality (AR) 3D. Objek audio ditampilkan sebagai elemen visual di ruang AR sehingga penempatan suara cukup dilakukan dengan gerakan tangan. Mixing pun berkembang menjadi proses ekspresif yang memadukan sentuhan fisik dengan teknologi digital.

Neumann menyebut VIS sebagai jawaban atas kebutuhan kreator modern yang ingin menjalani pengalaman mixing audio spasial secara lebih natural. Di era yang makin bergerak menuju immersive experience, perusahaan ini memanfaatkan penuh kemampuan komputasi spasial Vision Pro untuk menghadirkan lingkungan produksi yang terasa nyata dan membebaskan kreativitas.

Baca juga: Apple Keluarkan Format Audio Spasial, Bisa Kalahkan Dolby Atmos?

Studio Audio Tanpa Layar: Fitur Unggulan VIS

Salah satu daya tarik utama VIS terletak pada kemampuannya menggantikan antarmuka 2D tradisional. Produser dapat memanipulasi objek audio langsung di ruang tiga dimensi. Alih-alih menggeser parameter di layar datar, kreator cukup menggerakkan tangan untuk menempatkan sumber suara di titik yang diinginkan dalam ruang AR.

Objek-objek itu divisualisasikan sebagai elemen nyata, membuat mixing terasa lebih intuitif dan imersif. Automation menjadi jauh lebih ekspresif, pengguna dapat “menggambar” perubahan parameter di udara, seperti memahat suara secara langsung.

CEO Neumann, Yasmine Riechers, menggambarkan VIS sebagai sebuah lompatan besar. Dilansir dari Mobitekno, ia mengatakan bahwa VIS bukan hanya fitur baru, melainkan “cara baru memandang suara”. Bagi Neumann yang hampir satu abad dikenal sebagai pemimpin inovasi audio, VIS menjadi bukti terbaru dari komitmen perusahaan itu terhadap masa depan audio.

Integrasi dengan Logic Pro juga dibuat mulus. Begitu Apple Vision Pro terhubung, VIS langsung muncul sebagai perangkat dalam Logic Pro. Pengguna bisa mengatur ukuran dan posisi tampilan Logic Pro sebagai jendela virtual. Berkat teknologi low-latency passthrough dari Vision Pro, produser tetap dapat berinteraksi dengan perangkat fisik, seperti mixer atau MIDI controller, sembari bekerja di ruang mixing virtual.

Gambar 1

Fleksibel, Portabel, dan Siap untuk Beragam Skema Produksi

VIS mendukung monitoring melalui sepiker maupun headphone. Untuk workflow headphone, VIS mengandalkan RIME, sebuah plug-in Neumann yang mengoptimalkan pemutaran audio spasial hingga format 7.1.4. RIME memanfaatkan kemampuan head tracking Vision Pro untuk menghadirkan monitoring yang realistis dan presisi.

Hasilnya, mixing audio spasial tidak lagi terikat pada studio fisik. Kreator dapat bekerja di ruang kecil, hotel, atau bahkan di area outdoor. Product Manager Neumann, Jorma Marquardt, menyebut VIS sebagai alat yang membuat proses mixing terasa natural seperti bermain instrumen. Kombinasi kontrol gestur dan lingkungan 3D mengubah proses teknis menjadi pengalaman intuitif yang mendorong ekspresi.

VIS dibangun melalui kolaborasi bersama teknologi AMBEO, yang dikenal dengan algoritma akustik canggih dan kemampuan menghadirkan pengalaman spasial nyata yang mendalam. Teknologi ini menciptakan lingkungan audio imersif yang tidak hanya terdengar, tetapi seolah hadir secara fisik.

Kai Detlefsen dari AMBEO menegaskan bahwa integrasi VIS membuat audio spasial lebih mudah diakses oleh lebih banyak kreator, termasuk talenta baru yang ingin memahami dan mengeksplorasi suara imersif dengan cepat dan percaya diri. Dengan VIS, kompleksitas teknis di balik audio spasial berubah menjadi kebebasan kreatif.

Tinggalkan Komentar

Anda harus login dan berlangganan untuk memberikan komentar.

Komentar (0)


Jadilah yang pertama memberikan komentar!