Mitsubishi Electric Indonesia mengawali tahun 2026 dengan memperkuat langkahnya di sektor manufaktur nasional. Mereka menghadirkan solusi otomasi dan digital terintegrasi berbasis IoT dan digital twin. Strategi ini dilandasi keyakinan bahwa transformasi digital mampu mendorong peningkatan produktivitas sekaligus efisiensi energi di tengah dinamika ekonomi domestik dan global. Penerapan teknologi digital menjadi krusial karena aktivitas manufaktur Indonesia tersebar di berbagai kawasan industri utama dengan karakteristik infrastruktur, sumber daya, dan kebutuhan operasional yang berbeda-beda. Teknologi terhubung memungkinkan pengelolaan produksi lintas lokasi dilakukan secara lebih konsisten, adaptif, dan berbasis data.
Peran strategis industri manufaktur sebagai tulang punggung perekonomian nasional makin menegaskan urgensi tersebut. Pertumbuhan industri manufaktur yang mencapai 5,58 persen pada triwulan III 2025 dengan kontribusi sekitar 17,39 persen terhadap PDB nasional menunjukkan bahwa sektor ini menjadi penggerak utama ekonomi. Secara geospasial, kontribusi besar tersebut terkonsentrasi pada klaster industri di wilayah tertentu sehingga adopsi teknologi otomasi dan digital dipandang sebagai instrumen penting untuk menjaga daya saing antarwilayah industri, menekan kesenjangan produktivitas, serta memperkuat konektivitas rantai pasok nasional.
Transformasi digital dipandang bukan lagi sebagai opsi tambahan, melainkan kebutuhan mendasar bagi industri manufaktur. Ivan Chandra menyatakan bahwa transformasi digital memungkinkan penerapan teknologi cerdas yang mampu meningkatkan efisiensi, keandalan, dan keberlanjutan operasional industri. Pernyataan ini menegaskan bahwa teknologi digital dapat membantu industri memantau, mengendalikan, dan mengoptimalkan proses produksi secara real-time, sekaligus menghadirkan solusi yang berpusat pada manusia untuk meningkatkan kualitas hidup tenaga kerja di berbagai lokasi pabrik.
Penerapan konsep tersebut diperlihatkan pada ajang Manufacturing Indonesia 2025 yang berlangsung pada 3–6 Desember 2025 di JIEXPO Kemayoran. Dalam pameran ini, Mitsubishi Electric Indonesia menampilkan Digital Twin MELSOFT Gemini sebagai representasi digital dari fasilitas fisik. Dilansir dari Gizmologi.id, teknologi digital twin memungkinkan perusahaan melakukan simulasi dan perencanaan berbasis data spasial sebelum mengambil keputusan strategis, melakukan penilaian risiko secara menyeluruh, memprediksi kebutuhan pemeliharaan, serta mengurangi potensi downtime di berbagai titik operasional pabrik.
Selain digital twin, Mitsubishi Electric Indonesia juga menghadirkan beragam solusi otomasi dan IoT, seperti MELSEC MX Controller, Inverter FR-D800, dan MELHMI GOT3000, yang didukung visualisasi data real-time. Integrasi solusi ini memungkinkan pelaku industri menghubungkan proses produksi antarlokasi secara presisi, memanfaatkan data sebagai dasar pengambilan keputusan, serta mengoptimalkan penggunaan energi. Pendekatan geospasial ini membantu industri manufaktur Indonesia membangun sistem produksi yang lebih adaptif, efisien, dan berkelanjutan dalam menghadapi persaingan global.
