Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tengah memperkuat strategi ketahanan pangan nasional dengan pendekatan berbasis ruang melalui peluncuran Rencana Revitalisasi Tambak Pantura 2023–2027. Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono mengatakan bahwa program ini menjadi bagian dari upaya besar menuju swasembada pangan, dengan fokus pada komoditas unggulan, seperti udang dan bandeng, yang selama ini menopang sektor perikanan budidaya Indonesia.
Melalui rencana ini, KKP memetakan kembali 78.550 hektare kawasan tambak di sepanjang pantai utara (Pantura) Jawa dari pesisir Karawang hingga Tuban untuk dikembalikan ke kondisi produktif. Pendekatan geospasial menjadi kunci, sebab data spasial memungkinkan pemerintah mengidentifikasi lokasi tambak potensial, menilai kondisi infrastruktur yang sudah ada, hingga mengintegrasikan sistem irigasi, salinitas, dan pasang surut secara akurat.
Pada tahap awal tahun 2025, revitalisasi difokuskan di tiga provinsi utama, yaitu Jawa Barat (14.750 hektare), Jawa Tengah (10.000 hektare), dan Jawa Timur (5.250 hektare). Selanjutnya, program ini akan berkembang secara bertahap:
- 2025: Revitalisasi 20.000 hektare dengan target produksi 0,38 juta ton.
- 2026: Peningkatan menjadi 28.550 hektare dengan proyeksi produksi 0,55 juta ton.
- 2027: Ekspansi hingga 30.000 hektare dengan target puncak produksi 0,63 juta ton.
Dengan integrasi data spasial, tiap lokasi akan dipantau menggunakan teknologi pemetaan dan sistem informasi geografis (SIG) untuk memastikan efisiensi dan keberlanjutan lingkungan.
Menteri KKP memproyeksikan program ini mampu meningkatkan produktivitas tambak hingga 300 persen dibanding kondisi yang sudah ada. Secara kumulatif, revitalisasi ini diharapkan menghasilkan 3,09 juta ton produk perikanan dengan nilai ekonomi mencapai Rp149,24 triliun per tahun.
Selain itu, efek geospasialnya meluas pada sektor sosial-ekonomi pesisir. Dengan penataan ulang ruang tambak yang lebih terukur, sekitar 446.000 lapangan kerja baru akan tercipta sehingga memperkuat kesejahteraan masyarakat pesisir yang selama ini bergantung pada budidaya tradisional.
Menuju Ekonomi Biru Berkelanjutan
Revitalisasi tambak Pantura tidak hanya soal peningkatan produksi, tetapi juga transformasi tata ruang pesisir menuju ekonomi biru yang berkelanjutan. Dengan pemanfaatan teknologi geospasial, KKP berharap dapat mengurangi ketergantungan pada bahan baku impor, memperkuat ekspor hasil laut, serta menjaga keseimbangan ekologi pantai utara Jawa. Melalui peta jalan ini, KKP menegaskan komitmennya bahwa kebijakan ruang dan data menjadi fondasi penting dalam mewujudkan kemandirian pangan dan kesejahteraan masyarakat bahari Indonesia.
Baca juga: KKP Tegaskan 3 Pilar Utama Pemanfaatan Ruang Laut
