Laut Indonesia dikenal sebagai salah satu wilayah dengan keragaman geologi dan kekayaan sumber daya laut terbesar di dunia. Namun, luasnya wilayah perairan Nusantara membuat sebagian besar dasar lautnya masih menyimpan banyak misteri yang belum sepenuhnya terpetakan.
Kondisi ini mendorong para peneliti Indonesia untuk terus melakukan eksplorasi ilmiah guna mengungkap berbagai potensi yang tersembunyi di kedalaman samudra. Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui ekspedisi ilmiah di kawasan laut selatan Jawa yang berhasil mengungkap keberadaan gunung raksasa di dasar laut.
Pada tahun 2022, ekspedisi ilmiah dilakukan di wilayah perairan selatan Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara sebagai bagian dari Survei Landas Kontinen Indonesia. Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Badan Informasi Geospasial (BIG) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang bertujuan untuk memperbarui dan memperkaya data geospasial dasar laut Indonesia. Dalam pelaksanaannya, tim peneliti menggunakan kapal riset Baruna Jaya III yang dilengkapi dengan berbagai peralatan survei oseanografi modern untuk memetakan topografi dasar laut secara lebih akurat.
Selama ekspedisi berlangsung, tim memanfaatkan teknologi multibeam echosounder (MBES) untuk mengumpulkan data batimetri dengan tingkat presisi tinggi. Teknologi ini bekerja dengan memancarkan gelombang akustik ke dasar laut dan merekam pantulannya sehingga dapat menghasilkan gambaran tiga dimensi mengenai bentuk serta struktur dasar laut. Melalui metode ini, para peneliti mampu mengidentifikasi berbagai fitur geologi yang sebelumnya belum pernah tercatat dalam peta batimetri Indonesia. Dilansir dari akun resmi BIG, tim berhasil mengidentifikasi enam fitur dasar laut baru di selatan Daerah Istimewa Yogyakarta yang kemudian diberi nama berdasarkan makna lokal sebagai bagian dari identitas maritim Indonesia.
