Transformasi digital di sektor arsitektur, konstruksi, dan desain kian menuntut efisiensi, presisi, serta kolaborasi lintas disiplin. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, PT ACA Pacific Indonesia bersama PT Parama Solusi Informatika dan Asosiasi Inovasi dan Informasi Model Indonesia (I2MI) menyelenggarakan acara bertajuk “Building the Future: SketchUp x I2MI Collaboration” di Jakarta. Forum ini mempertemukan para profesional dari berbagai latar belakang industri untuk membahas pemanfaatan teknologi digital dalam pengelolaan proyek berbasis building information modeling (BIM).
Acara ini dirancang sebagai ruang berbagi pengetahuan mengenai integrasi SketchUp dalam alur kerja BIM, mulai dari tahap konseptual desain, pengembangan model 3D, hingga penyusunan dokumentasi teknis. ANTARA melaporkan, fokus utama diskusi diarahkan pada bagaimana SketchUp dapat mengoptimalkan workflow proyek agar lebih cepat, akurat, dan mudah dikolaborasikan dengan berbagai platform BIM lainnya.
Baca juga: Era Baru Desain Arsitektur, Ketika BIM dan AI Menjadi Mitra Kreativitas
Melalui sesi-sesi pemaparan dan studi kasus, peserta memperoleh gambaran menyeluruh tentang peran SketchUp dalam mendukung proses desain tiga dimensi yang fleksibel, sekaligus menjaga konsistensi data dan dokumentasi. Pendekatan ini dinilai makin relevan di tengah meningkatnya kompleksitas proyek konstruksi dan tuntutan efisiensi waktu.
Technical Manager AEC PT ACA Pacific Indonesia, Kiki Richardus Susilobroto, menjelaskan bahwa kegiatan ini menitikberatkan pada penerapan SketchUp dalam workflow BIM secara end-to-end. "Para peserta turut memperoleh pemahaman komprehensif mengenai bagaimana teknologi SketchUp mampu mempercepat proses desain 3D dengan hasil yang akurat dan fleksibel. Kemampuan ini menjadi nilai tambah bagi para praktisi di lapangan yang membutuhkan kecepatan visualisasi sekaligus presisi teknis dalam setiap tahapan proyek," ujarnya, dalam keterangan pers, Kamis 12 Desember 2025.
