Default Title
Loading...
IMG-LOGO
Home Sains Teknologi Keakurasian Geospatial Intelligence Diklaim Lebih...
Sains Teknologi

Keakurasian Geospatial Intelligence Diklaim Lebih Efektif dari Citra Satelit

Keakurasian Geospatial Intelligence Diklaim Lebih Efektif dari Citra Satelit

Dalam era pengambilan keputusan berbasis data, informasi geospasial telah menjadi fondasi penting bagi berbagai sektor strategis, mulai dari operasi pertahanan dan intelijen hingga penanganan bencana. Akurasi data lokasi memang krusial, tetapi nilai informasi tersebut akan menurun tajam apabila tidak dapat diakses tepat waktu. Oleh karena itu, perbincangan mengenai efektivitas geospatial intelligence (GEOINT) dibanding citra satelit konvensional makin menguat, terutama ketika kecepatan distribusi data menjadi faktor penentu keberhasilan misi yang bersifat sensitif terhadap waktu.

Di lapangan, kecepatan tidak lagi dipandang sekadar sebagai ukuran performa teknis, melainkan sebagai penentu apakah intelijen berbasis ruang angkasa masih memiliki nilai operasional. Ketika seorang analis menerima informasi mengenai pergerakan target bernilai tinggi dan segera menugaskan satelit pencitraan, proses pengambilan gambar hanyalah langkah awal. Jika hasil citra baru diterima setelah puluhan menit atau bahkan berjam-jam, besar kemungkinan target telah berpindah lokasi. Pada titik tersebut, data yang semula krusial berubah menjadi kurang relevan, bahkan kehilangan nilai strategisnya.

Kondisi tersebut mendorong lahirnya cara baru dalam mengelola intelijen geospasial agar informasi bisa diterima lebih cepat. Melalui pengembangan WorldView Access generasi terbaru, Vantor menyatakan berhasil memangkas waktu tunggu pengiriman citra satelit secara drastis. Dalam tahap uji coba awal, gambar satelit dapat diterima dalam waktu kurang dari 15 menit, bahkan sekitar 11 menit dalam kondisi terbaik. Hasil ini tidak hanya terjadi di satu wilayah, tetapi konsisten di berbagai lokasi, sehingga informasi yang dihasilkan makin mendekati kondisi waktu nyata. Keberhasilan ini dicapai bukan hanya karena teknologi satelit di luar angkasa, tetapi juga karena perbaikan besar pada sistem pengolahan data di darat.

Salah satu langkah utama yang dilakukan adalah memproses data langsung di lokasi tempat data satelit diterima, atau yang dikenal dengan konsep edge. Dengan cara ini, data tidak perlu lagi dikirim jauh ke pusat pengolahan sehingga waktu pengiriman bisa dipangkas cukup banyak. Selain itu, disiapkan jalur pemrosesan khusus untuk kebutuhan mendesak sehingga data penting tidak perlu mengantri bersama data lain yang jumlahnya sangat banyak. Sistem pengolahan juga disederhanakan agar data mentah bisa lebih cepat diubah menjadi gambar yang siap digunakan tanpa proses panjang seperti pada sistem lama.

Kecepatan pengiriman data GEOINT juga sangat dipengaruhi oleh letak stasiun bumi tempat data satelit diturunkan. Perbedaan lokasi stasiun hingga ratusan mil saja dapat menambah waktu tunggu puluhan menit. Oleh karena itu, dibangun jaringan stasiun bumi yang saling terhubung secara global sehingga titik penerimaan data bisa dipilih sesuai jalur satelit, lokasi pengguna, dan kapasitas jaringan yang tersedia. Pendekatan ini menunjukkan bahwa keberhasilan intelijen geospasial modern tidak hanya bergantung pada kecanggihan satelit, tetapi juga pada pengelolaan infrastruktur darat yang cerdas dan terintegrasi dengan baik.

Tinggalkan Komentar

Anda harus login dan berlangganan untuk memberikan komentar.

Komentar (0)


Jadilah yang pertama memberikan komentar!