Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat tata kelola data berbasis teknologi melalui inovasi bertajuk “Akselerasi Satu Data Jawa Timur Melalui Integrasi Data Statistik dan Geospasial.” Inisiatif ini disampaikan dalam Seminar Aksi Perubahan Kinerja Organisasi yang menjadi bagian dari Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan VI Tahun 2025, yang berlangsung di Kantor BPSDM Provinsi Jawa Timur, Surabaya pada Rabu, 29 Oktober 2025. Program ini mencerminkan langkah nyata pemerintah daerah dalam membangun sistem informasi yang lebih efisien, akurat, dan terintegrasi.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur, Sherlita Ratna Dewi Agustin, menegaskan bahwa integrasi antara data statistik dan geospasial merupakan fondasi utama dalam mewujudkan tata kelola data yang terpadu di provinsi ini. Pemanfaatan teknologi geospasial melalui inisiatif Satu Peta Jawa Timur memperkuat pelaksanaan program Satu Data Jawa Timur, yang diharapkan dapat meningkatkan efisiensi pengelolaan data lintas sektor pemerintahan. Pendekatan ini tidak hanya berfungsi untuk mengintegrasikan data spasial dan numerik, tetapi juga untuk memastikan konsistensi informasi dalam mendukung perencanaan pembangunan daerah yang lebih tepat sasaran.
Langkah ini juga sejalan dengan upaya pemerintah daerah untuk memperbarui kerangka hukum tata kelola data melalui reviu terhadap Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 81 Tahun 2020. Penyempurnaan regulasi tersebut diarahkan agar kebijakan pengelolaan data mencakup aspek statistik dan geospasial secara terpadu. Dengan demikian, setiap kebijakan pembangunan dapat didasarkan pada data yang valid dan terverifikasi sehingga mendukung prinsip evidence-based policy yang kini menjadi standar dalam tata kelola pemerintahan modern.
Kepala Bidang Data dan Statistik Dinas Kominfo Jawa Timur, Imam Fahamsyah, menilai bahwa aksi perubahan ini menjadi momentum penting bagi percepatan integrasi data yang lebih komprehensif. Melalui kolaborasi antara data statistik dan geospasial, Jawa Timur dapat menghadirkan informasi yang lebih akurat, interaktif, serta mudah dimanfaatkan untuk mendukung perencanaan pembangunan.
Pemahaman masyarakat terhadap data juga menjadi perhatian. Pendekatan sederhana dan kontekstual dianggap efektif sehingga data tidak hanya menjadi domain teknis, tetapi juga bagian dari literasi publik yang bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari.
Dengan strategi ini, Jawa Timur menegaskan posisinya sebagai salah satu provinsi yang serius mengembangkan ekosistem data berbasis geospasial. Integrasi antara statistik dan peta digital bukan hanya soal teknologi, melainkan juga fondasi penting menuju perencanaan pembangunan yang inklusif, efisien, dan berkelanjutan.
