Meningkatnya tekanan pencemaran lingkungan sebagai dampak dari aktivitas manusia menuntut kehadiran teknologi pemantauan yang tidak hanya akurat, tetapi juga berkelanjutan dan berbasis data. Dalam konteks ini, pengembangan sensor lingkungan menjadi elemen krusial untuk memahami dinamika perubahan kualitas tanah, air, dan udara secara spasial. Melalui pemantauan berbasis lokasi, potensi pencemaran dapat diidentifikasi lebih dini dan ditangani secara tepat. Untuk menjawab tantangan tersebut, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memperkuat sinergi riset dengan perguruan tinggi guna mendorong lahirnya teknologi sensor yang tidak hanya presisi secara teknis, tetapi juga aplikatif bagi kebutuhan masyarakat dan pembangunan wilayah.
Upaya tersebut diwujudkan melalui kerja sama strategis antara BRIN, melalui Pusat Riset Elektronika (PRE) pada Organisasi Riset Elektronika dan Informatika, dengan Universitas Widyatama. Kolaborasi ini ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama yang berlangsung di Gedung Rektorat Universitas Widyatama, Bandung. Kemitraan ini menjadi fondasi penting bagi pengembangan riset sensor lingkungan yang terintegrasi, menghubungkan kapasitas lembaga riset nasional dengan kekuatan akademik perguruan tinggi.
Fokus utama kerja sama diarahkan pada pengembangan perangkat dan sistem smart sensor serta aktuator yang mampu mendukung pemantauan pencemaran lingkungan secara berkelanjutan. Sensor-sensor tersebut berfungsi sebagai pengumpul data berbasis lokasi yang merekam variasi kualitas lingkungan dari waktu ke waktu. Data spasial-temporal yang dihasilkan memungkinkan pemetaan tingkat pencemaran secara lebih detail sehingga mendukung perencanaan mitigasi lingkungan yang berbasis wilayah dan lebih tepat sasaran.
Kolaborasi ini sekaligus membuka ruang keterlibatan berbagai program studi di Fakultas Teknik Universitas Widyatama, mulai dari Teknik Informatika, Teknik Elektro, Teknik Mesin, Teknik Sipil, Teknik Industri, hingga Sistem Informasi. Sinergi lintas disiplin ini memperkuat keterpaduan antara perancangan perangkat sensor, pengolahan data, hingga analisis spasial dan manajemen informasi lingkungan. Dengan pendekatan tersebut, riset yang dikembangkan tidak berdiri sendiri, melainkan membentuk ekosistem inovasi yang saling melengkapi.
Lebih jauh, BRIN menekankan bahwa data sensor lingkungan memiliki nilai strategis yang melampaui kepentingan riset elektronika dan instrumentasi semata. Dalam perspektif geospasial, data tersebut dapat diintegrasikan dengan sistem informasi geografis untuk mendukung sektor lain, seperti pertanian dan perikanan, khususnya dalam pemantauan kualitas lahan dan perairan. Pemanfaatan lintas sektor ini memperkuat peran sensor sebagai fondasi pengambilan keputusan berbasis data.
Riset pengembangan sensor lingkungan ini diarahkan untuk menghasilkan sistem pemantauan yang mampu beroperasi selama 24 jam secara kontinu. Tahap awal pengembangan prototipe difokuskan di wilayah Jawa Barat dengan memanfaatkan kompetensi sumber daya manusia dari BRIN dan Universitas Widyatama. Ke depan, teknologi ini berpotensi diperluas untuk mendukung monitoring kebencanaan, seperti pemantauan pergerakan tanah dan kekuatan struktur bangunan secara daring dan real time. Melalui kolaborasi ini, diharapkan lahir purwarupa, karya ilmiah, serta hak kekayaan intelektual yang mampu memperkuat kapasitas riset dan pengembangan sensor serta aktuator di tingkat nasional.
