Default Title
Loading...
IMG-LOGO
Home Sains Teknologi Drone Termal Dikerahkan untuk Cari Korban Tenggela...
Sains Teknologi

Drone Termal Dikerahkan untuk Cari Korban Tenggelam di Teluk Uber, Bagaimana Cara Kerjanya?

Drone Termal Dikerahkan untuk Cari Korban Tenggelam di Teluk Uber, Bagaimana Cara Kerjanya?

Upaya pencarian korban tenggelam di Pantai Teluk Uber, Sungailiat, Bangka, memasuki fase kritis. Tim gabungan Basarnas Bangka Belitung (Babel) mengerahkan drone termal untuk memperluas jangkauan pencarian dan memindai permukaan laut dari udara dengan sensor panas. Penggunaan teknologi ini menjadi langkah strategis ketika kondisi ombak tinggi dan jarak pandang rendah menyulitkan pemantauan manual.

Kepala Kantor SAR Pangkalpinang, Mikel, menjelaskan bahwa drone termal memungkinkan tim memonitor area dengan lebih efektif. "Dengan menurunkan drone termal, alat dapat memantau area dari udara melalui sensor panas. Kami berharap upaya kolaboratif ini segera membuahkan hasil dan korban dapat segera," ujarnya, seperti dikutip RRI.co.id.

Gambar 1

Peristiwa tragis ini menimpa Muhammad Aditya Tri Nugroho (19), yang tengah berenang bersama tiga rekannya pada Selasa, 13 Januari 2026. "Namun, saat sedang asyik mandi, korban dan salah satu rekannya yang bernama Sofian tiba-tiba terseret arus kuat dan gelombang besar," kata Mikel. Sofian berhasil menyelamatkan diri dengan menggapai bebatuan di pantai, sementara Aditya terseret ke tengah dan hilang dari pandangan.

Mengapa Drone Termal Krusial dalam Pencarian Korban Hilang

Operasi SAR di wilayah alam terbuka, termasuk pantai, hutan lebat, rawa, maupun perbukitan, menuntut kecepatan dan ketepatan. Mengandalkan tim darat saja sering kali menyulitkan karena waktu tempuh yang panjang, kondisi medan, dan ketidakpastian posisi terakhir korban. Teknologi drone termal menawarkan solusi yang mempercepat proses identifikasi jejak panas tubuh manusia yang tak terlihat kasat mata.

Drone termal bekerja dengan mendeteksi radiasi panas tubuh dan mengubahnya menjadi citra visual. Berdasarkan tulisan TerraDrone Indonesia, hal ini memungkinkan operator menemukan titik panas meski korban berada di antara vegetasi rapat, di balik bebatuan, atau berada di tengah gelombang. Perbedaan suhu antara tubuh manusia dan lingkungan sekitarnya membuat sinyal panas mudah dikenali, terutama pada malam hari ketika suhu udara turun.

Gambar 2

Dalam situasi gelap, berkabut, atau saat objek tidak menggunakan pakaian mencolok, manfaat teknologi ini menjadi makin signifikan. Kondisi laut yang berombak atau wilayah pantai dengan kontur tak beraturan pun dapat dipetakan lebih sistematis melalui citra suhu permukaan yang dipindai dari udara.

Selain mendeteksi keberadaan manusia, drone termal turut membantu memetakan area pencarian secara menyeluruh. Dengan cakupan terbang yang luas, drone dapat membuat peta distribusi suhu yang membantu tim menentukan zona prioritas. Titik panas yang terekam bisa dianalisis lebih lanjut untuk memastikan apakah itu aktivitas manusia, hewan, atau anomali lain, sebelum tim darat diterjunkan.

Tinggalkan Komentar

Anda harus login dan berlangganan untuk memberikan komentar.

Komentar (0)


Jadilah yang pertama memberikan komentar!