Default Title
Loading...
IMG-LOGO
Home BRIN BRIN Tambah Anggaran Riset Empat Kali Lipat dan Pe...
BRIN

BRIN Tambah Anggaran Riset Empat Kali Lipat dan Pemanfaatannya untuk Masyarakat

BRIN Tambah Anggaran Riset Empat Kali Lipat dan Pemanfaatannya untuk Masyarakat

Percepatan hilirisasi riset nasional kini memasuki babak baru seiring dorongan pemerintah agar hasil penelitian benar-benar hadir dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Dalam lanskap pembangunan yang kian kompleks dan berbeda antarwilayah, riset tidak lagi cukup berhenti pada tataran konsep, tetapi juga harus mampu menjawab persoalan riil di lapangan. Atas dasar itu, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengambil langkah strategis dengan meningkatkan anggaran Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju (RIIM) Strategis hingga empat kali lipat sebagai fondasi utama percepatan pemanfaatan hasil riset.

Kenaikan dana RIIM Strategis diposisikan sebagai instrumen penting agar inovasi riset dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat, industri, dan pemerintah daerah. Dikutip dari TechnologyIndonesia.id, Kepala BRIN Arif Satria menyatakan bahwa penguatan pendanaan menjadi kunci agar riset prioritas tidak berhenti di laboratorium, melainkan berlanjut hingga tahap penerapan. Kebijakan ini memungkinkan riset diarahkan ke wilayah dengan kebutuhan spesifik sehingga manfaat inovasi tidak terpusat di kawasan tertentu, tetapi tersebar lebih merata.

BRIN memandang bahwa percepatan hilirisasi riset tidak semata ditentukan oleh besarnya anggaran. Dampak nyata hanya dapat tercapai apabila riset ditopang oleh ekosistem yang kuat dan berjalan simultan. Arif Satria menegaskan bahwa riset yang berdampak memerlukan sistem yang lengkap, mulai dari perencanaan hingga pemanfaatan. Ekosistem riset ini dapat dipahami sebagai jaringan antarwilayah yang saling terhubung antara pusat riset, lokasi uji coba, dan wilayah penerapan.

BRIN mengidentifikasi lima faktor utama penentu keberhasilan riset, yakni kualitas sumber daya manusia, pendanaan, infrastruktur riset, kejelasan tema riset, serta ekosistem kolaborasi dan pemanfaatan. Arif menilai bahwa modal sumber daya manusia dan infrastruktur riset BRIN sudah relatif kuat, sementara pendanaan kini diperkuat melalui RIIM Strategis. Kelima pilar tersebut menjadi lapisan penting untuk memastikan riset relevan dengan kondisi geografis dan kebutuhan lokal.

Dalam penentuan tema riset strategis, BRIN menerapkan pendekatan top-down agar selaras dengan target nasional dan agenda pembangunan. Pendekatan ini memungkinkan pemetaan isu prioritas berbasis wilayah, seperti ketahanan air, mitigasi bencana, dan layanan dasar.

Penguatan kolaborasi juga menjadi fokus agar hasil riset dapat diadopsi oleh industri, pemerintah daerah, dan masyarakat. Dana RIIM Strategis difokuskan pada riset dengan tingkat kesiapterapan teknologi menengah hingga tinggi, termasuk pengembangan teknologi air siap minum (arsinum) yang telah dimanfaatkan di wilayah terdampak bencana. Melalui strategi ini, BRIN menargetkan lahirnya sedikitnya 120 inovasi siap guna yang dapat langsung diterapkan di berbagai kawasan Indonesia.

Tinggalkan Komentar

Anda harus login dan berlangganan untuk memberikan komentar.

Komentar (0)


Jadilah yang pertama memberikan komentar!