Default Title
Loading...
IMG-LOGO
Home BIG BIG Jalin Kerja Sama dengan Jepang untuk Tingkatka...
BIG

BIG Jalin Kerja Sama dengan Jepang untuk Tingkatkan Teknis Akuisisi Data dan Informasi Geospasial

BIG Jalin Kerja Sama dengan Jepang untuk Tingkatkan Teknis Akuisisi Data dan Informasi Geospasial

Kolaborasi strategis antarnegara dalam bidang geospasial makin menjadi sorotan di tengah pesatnya perkembangan teknologi pemetaan dan kebutuhan data spasial yang akurat. Langkah Indonesia melalui Badan Informasi Geospasial (BIG) untuk menjalin kemitraan dengan Geospatial Information Authority of Japan (GSI) menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam membangun fondasi data geospasial yang lebih kuat, presisi, dan berstandar internasional.

Pada 1 Desember 2025, BIG dan GSI secara resmi menandatangani nota kesepahaman di Kantor GSI, Tsukuba, Jepang. Penandatanganan ini menjadi payung kerja sama teknis akuisisi data dan informasi geospasial antara kedua lembaga. Kemitraan tersebut dipandang sebagai langkah krusial dalam mempercepat peningkatan kualitas infrastruktur geospasial nasional. BIG menyatakan bahwa kolaborasi ini akan menjadi sarana pertukaran pengetahuan, teknologi, dan praktik terbaik secara berkelanjutan sehingga mampu menghadirkan layanan geospasial yang makin akurat dan andal.

Dalam konteks teknis, BIG saat ini mengoperasikan 477 stasiun CORS dan mempertahankan model geoid nasional dengan akurasi 5–20 cm. Jepang, melalui GSI, telah lama mengelola 1.300 CORS dengan akurasi geoid di bawah 5 cm. Standar tersebut menjadi acuan yang ingin dicapai Indonesia melalui peningkatan kapasitas dan transfer teknologi. Penguatan jaringan kontrol geodesi, pemutakhiran model geoid, serta harmonisasi sistem referensi geospasial menjadi fokus utama agar validitas koordinat, posisi tiga dimensi, dan data ketinggian nasional lebih presisi dan konsisten.

BIG menegaskan bahwa manfaat kerja sama ini tidak hanya berhenti pada peningkatan kualitas infrastruktur geospasial, tetapi juga pada perluasan pemanfaatannya bagi berbagai sektor. Data spasial yang makin akurat akan menunjang pemetaan skala besar, mitigasi bencana, pertanian modern, industrialisasi, transportasi, hingga penguatan rantai pasok nasional. Di sisi lain, GSI melihat kerja sama ini sebagai kesempatan memperdalam riset terkait isu kebencanaan dan geodinamika, mengingat Indonesia dan Jepang menghadapi risiko gempa bumi, tsunami, erupsi gunung api, serta penurunan tanah. Informasi geospasial presisi tinggi dapat digunakan dalam monitoring deformasi kerak bumi, deteksi pergerakan lempeng, dan peringatan dini bencana.

BIG menyebut nota kesepahaman ini sebagai tonggak pencapaian penting dalam sejarah panjang hubungan kedua institusi sejak 1963. Harapannya, kolaborasi dapat berkembang lebih luas melalui penelitian bersama, peningkatan kompetensi SDM, serta pengembangan teknologi baru yang memperkuat kelembagaan geospasial. Dengan dukungan pengalaman Jepang, Indonesia berpeluang melakukan modernisasi sistem data spasial nasional secara lebih agresif. Pada akhirnya, kerja sama BIG–GSI menjadi landasan strategis bagi pengelolaan ruang yang lebih akurat, adaptif, dan responsif terhadap tantangan global berbasis geospasial.

Tinggalkan Komentar

Anda harus login dan berlangganan untuk memberikan komentar.

Komentar (0)


Jadilah yang pertama memberikan komentar!