Default Title
Loading...
IMG-LOGO
Home Sumatera Utara Gandeng UGM, Pemkab Asahan Tempatkan Geospasial se...
Sumatera Utara

Gandeng UGM, Pemkab Asahan Tempatkan Geospasial sebagai Aspek Perencanaan Pembangunan

Gandeng UGM, Pemkab Asahan Tempatkan Geospasial sebagai Aspek Perencanaan Pembangunan

Dalam era perencanaan modern yang menuntut ketepatan informasi, penggunaan data geospasial menjadi elemen yang tidak lagi dapat dinegosiasikan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asahan memahami urgensi tersebut dan kini mempercepat pembangunan Geoportal Simpul Jaringan Informasi Geospasial (SJIG) sebagai pusat integrasi data spasial yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. Langkah ini menjadi fondasi penting untuk memastikan seluruh keputusan pembangunan daerah memiliki landasan analisis ruang yang jelas, presisi, dan sesuai standar nasional.

Sebagai bentuk keseriusan, Pemkab Asahan menempatkan pembangunan Geoportal SJIG sebagai prioritas strategis untuk mengharmonisasikan seluruh informasi spasial lintas perangkat daerah. Pelaksanaan kegiatan pada Jumat, 14 November 2025 ini menjadi momentum penting dalam menghadirkan satu pintu data spasial yang modern, presisi, dan mampu mendukung proses perencanaan pembangunan secara lebih terukur. Dengan adanya sistem ini, pengambilan keputusan di tingkat daerah diharapkan tidak lagi bergantung pada data sektoral yang terpisah-pisah, melainkan terintegrasi dalam satu platform yang konsisten.

Dilansir dari Ketik, upaya penyempurnaan SJIG tersebut dilakukan melalui kolaborasi erat bersama 17 OPD teknis dan 1 Bagian sebagai penyedia data sektoral, serta menggandeng Fakultas Geografi UGM dan Badan Informasi Geospasial (BIG) sebagai mitra teknis nasional. Kerja sama ini tidak hanya bertujuan menyelaraskan standar penyajian data, tetapi juga mempercepat ketersediaan informasi dan memastikan seluruh perangkat daerah memiliki pemahaman yang sama mengenai tata kelola data geospasial.

Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Asahan, Jutawan Sinaga, menegaskan bahwa pembangunan Geoportal SJIG bukanlah sekadar digitalisasi peta, melainkan juga langkah sistematis untuk memastikan bahwa seluruh kebijakan daerah bersandar pada data spasial yang presisi dan aman. Ia menjelaskan bahwa pemanfaatan geospasial kini menjadi kebutuhan wajib dalam perencanaan modern, mencakup tata ruang, pembangunan infrastruktur, kesehatan, lingkungan, hingga pelayanan publik. Melalui pendampingan BIG, perangkat daerah didorong memahami standar nasional, teknik pengambilan koordinat, serta pengelolaan metadata agar dataset yang dihasilkan benar-benar siap untuk diintegrasikan.

Penegasan serupa juga disampaikan Bupati Asahan melalui Plt. Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Drs. H. Supriyanto, yang menyebut bahwa penyediaan data spasial bukan hanya pekerjaan administratif, melainkan juga tuntutan teknis yang menentukan kualitas Geoportal SJIG. Ia menekankan pentingnya verifikasi lapangan, pemutakhiran data secara konsisten, serta kepatuhan pada standar BIG agar sistem dapat berfungsi optimal. Untuk itu, seluruh OPD diminta mempercepat penyediaan data dan memperkuat koordinasi lintas sektor guna mengejar target penyelesaian SJIG pada 2025.

Melalui rangkaian kegiatan ini, komitmen Pemkab Asahan bersama BIG, Fakultas Geografi UGM, serta seluruh OPD makin ditegaskan dalam upaya menghadirkan infrastruktur data spasial yang modern dan berkelanjutan. Dengan disiplin, sinergi, dan konsistensi lintas sektor, Pemkab Asahan optimistis bahwa Geoportal SJIG dapat menjadi landasan utama dalam pengambilan keputusan pembangunan yang lebih tepat sasaran, terukur, dan berbasis geospasial.

Tinggalkan Komentar

Anda harus login dan berlangganan untuk memberikan komentar.

Komentar (0)


Jadilah yang pertama memberikan komentar!