Default Title
Loading...
IMG-LOGO
Home Lingkungan Fakta-Fakta Siklon Tropis Luana Sebabkan Angin Ken...
Lingkungan

Fakta-Fakta Siklon Tropis Luana Sebabkan Angin Kencang di Jawa

Fakta-Fakta Siklon Tropis Luana Sebabkan Angin Kencang di Jawa

Angin kencang yang menerjang berbagai wilayah di Pulau Jawa pada Sabtu, 24 Januari 2026, dipicu oleh pengaruh tidak langsung Siklon Tropis Luana di Samudra Hindia. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan bahwa kondisi cuaca ekstrem ini masih akan membayangi wilayah Indonesia hingga 29 Januari 2026.

Dilansir dari RRI.co.id, Kepala Stasiun Meteorologi Yogyakarta Warjono mengungkapkan bahwa dinamika angin di lapisan udara atas menjadi penyebab utama. Kondisi ini terpantau pada ketinggian 762 meter (925 mb) di sekitar wilayah Jawa dengan kecepatan angin berkisar antara 18 hingga 83 km/jam. Meski pusat siklon berada jauh di barat laut Australia, dampaknya terasa signifikan hingga ke Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Monsun Asia dan Bibit Siklon 97S

Selain pengaruh Siklon Luana, menguatnya monsun Asia atau yang dikenal sebagai angin baratan turut memperburuk kondisi cuaca. Saat ini, Monsun Asia berada dalam fase aktif yang membawa massa udara basah dari Benua Asia melintasi ekuator menuju Indonesia.

“Penyebab angin kencang hari ini salah satunya adalah adanya pola angin baratan atau yang dikenal dengan sebutan monsun Asia,” jelas BMKG dalam rilis resminya, seperti dikutip Ihram.

Peningkatan kecepatan angin rata-rata ini juga diperparah oleh kemunculan bibit siklon tropis 97S di Samudra Hindia selatan Indonesia. Dengan kecepatan angin maksimum mencapai 28 km/jam, bibit siklon tersebut memicu penguatan pertemuan serta belokan angin dari pesisir barat Sumatera hingga Nusa Tenggara.

Gambar 1

Mengenal Karakteristik Siklon Luana

Siklon Tropis Luana sendiri merupakan sistem badai besar yang tumbuh dari Bibit Siklon 91S sejak Sabtu, 24 Januari 2026, pukul 01.00 WIB. Sebagai badai dengan radius mencapai 150 hingga 200 kilometer, siklon ini memiliki tekanan rendah di pusatnya dengan kecepatan angin maksimum yang sangat kuat.

Wilayah monitoring Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta mencatat bahwa badai ini terbentuk di atas lautan hangat dengan suhu permukaan air laut di atas 26,5 derajat Celsius. Kehadiran Luana tidak hanya berdampak pada embusan angin di daratan, tetapi juga pada kondisi perairan selatan Jawa.

Ancaman Gelombang Tinggi dan Imbauan Keselamatan

BMKG memprediksi dampak tidak langsung dari Siklon Luana ini akan bertahan selama dua hingga tiga hari ke depan. Masyarakat di DIY diminta mewaspadai potensi hujan lebat yang disertai kilat dan angin kencang yang dapat memicu bencana hidrometeorologi.

Khusus di wilayah pesisir selatan DIY, gelombang laut diperkirakan akan meningkat tajam hingga mencapai ketinggian 2,5 meter sampai 4 meter. Berikut adalah poin-poin keselamatan yang ditekankan oleh otoritas setempat:

  • Hindari berteduh di bawah pohon: Masyarakat dilarang berlindung di bawah pohon besar atau baliho saat angin kencang melanda guna menghindari risiko roboh.

  • Waspada bencana hidrometeorologi: Tingkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir, tanah longsor, dan angin puting beliung.

  • Larangan aktivitas di bibir pantai: Wisatawan dan warga diimbau tidak bermain di bibir pantai, sementara para nelayan diminta untuk tidak melaut selama gelombang masih tinggi.

Kondisi atmosfer yang sangat dinamis ini memerlukan pemantauan berkala. BMKG memastikan akan terus memberikan pembaruan informasi cuaca agar masyarakat dapat mengantisipasi dampak buruk dari transisi cuaca ekstrem ini.

Tinggalkan Komentar

Anda harus login dan berlangganan untuk memberikan komentar.

Komentar (0)


Jadilah yang pertama memberikan komentar!