Dalam era digital yang menuntut kecepatan dan ketepatan pengambilan keputusan, pemerintah daerah mulai beralih dari pendekatan konvensional menuju sistem berbasis data spasial. Kabupaten Banjar menjadi salah satu daerah yang memimpin langkah tersebut dengan mendorong penerapan peta digital sebagai fondasi perencanaan pembangunan. Pendekatan ini diharapkan mampu mewujudkan perencanaan yang lebih akurat, efektif, dan sesuai dengan kondisi nyata di lapangan.
Transformasi menuju perencanaan spasial terpadu itu dibahas dalam Pelatihan Pengelolaan Data Informasi Geospasial yang digelar Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan (Bappedalitbang) Banjar pada Selasa, 11 November 2025 di Aula Bauntung, Martapura. Kegiatan ini menandai komitmen pemerintah daerah untuk memperkuat tata kelola pembangunan berbasis peta digital, sebagai langkah menuju era pemerintahan yang transparan dan berbasis bukti.
Dilansir dari Tribunbanjar.com, Kepala Bappedalitbang Kabupaten Banjar Nashrullah Shadiq menyampaikan bahwa peta digital kini menjadi alat penting dalam membaca kondisi wilayah secara cepat dan detail. Ia menjelaskan bahwa teknologi ini memungkinkan setiap perangkat daerah untuk melihat data sektoral hanya dengan satu klik, mulai dari infrastruktur, kondisi sosial, hingga layanan publik. Menurutnya, pendekatan ini tidak hanya memudahkan proses analisis, tetapi juga membantu pemerintah merancang program yang lebih tepat sasaran dan efisien.
Salah satu contoh penerapan peta digital, kata Nashrullah, terlihat dalam penanganan stunting. Melalui data geospasial, pemerintah dapat mengidentifikasi wilayah dengan akses air bersih rendah atau perilaku sanitasi buruk sehingga intervensi bisa difokuskan pada daerah yang benar-benar membutuhkan. Namun, ia mengakui bahwa sistem informasi geospasial (SIG) di Banjar masih menghadapi kendala integrasi antarperangkat daerah. Selama data spasial belum lengkap, perencanaan pembangunan belum sepenuhnya dapat dikatakan berbasis data utuh dan riset ilmiah.
<blockquote>
<p>
<a href="https://spatialhighlights.com/news/kabupaten-banjar-manfaatkan-geolasting-inovasi-geospasial-untuk-atasi-stunting" target="_blank" style="color: inherit; text-decoration: none;">
<p>Baca juga: Kabupaten Banjar Manfaatkan GEOLASTING, Inovasi Geospasial untuk Atasi Stunting</p>
</a>
</p>
</blockquote>
Nantinya, Pemerintah Kabupaten Banjar menargetkan agar seluruh layanan publik berbasis spasial, mulai dari penentuan lokasi fasilitas umum hingga layanan kesehatan. Dengan dukungan BIG dan partisipasi seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), Banjar berupaya menjadikan peta digital sebagai instrumen utama dalam membangun tata kelola pemerintahan yang lebih efisien, transparan, dan berorientasi pada data.
