Sektor properti kembali menunjukkan dominasinya dalam perekonomian nasional. Berdasarkan laporan Top Business, sektor ini menyumbang Rp122,9 triliun atau 7,2 persen dari total investasi nasional. Jumlah tersebut naik sekitar 6,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini menggambarkan geliat positif sektor properti yang terus tumbuh dan berperan penting dalam pembangunan menuju visi Indonesia Emas 2045.
Kenaikan investasi tersebut mencerminkan minat pasar terhadap sektor properti. Selain itu, kenaikan tersebut juga menunjukkan kepercayaan investor terhadap arah pembangunan ekonomi Indonesia. Pemerintah menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari besarnya nilai investasi, tetapi juga dari kesesuaian dengan rencana tata ruang wilayah yang telah ditetapkan.
Head of Research Rumah123, Marisa Jaya, mengatakan pentingnya tata ruang dalam setiap keputusan pembangunan dan investasi. “Tata ruang seharusnya menjadi kompas utama dalam menentukan arah pertumbuhan ekonomi. UU RPJPN 2025–2045 sudah menegaskan pentingnya keseimbangan antara pemerataan wilayah dan ketahanan ekologi. Pembangunan yang mengikuti arah tata ruang akan menciptakan pertumbuhan yang lebih inklusif dan berdaya tahan,” ujar Marisa, dikutip dari Koran Indopos.
Pertumbuhan 6,7 persen di sektor properti menjadi sinyal bahwa sektor ini masih menjadi salah satu mesin penggerak utama investasi. Namun, pencapaian tersebut juga menuntut perhatian lebih dalam hal pemerataan pembangunan dan pengelolaan ruang. Tanpa perencanaan tata ruang yang matang, peningkatan investasi bisa memunculkan persoalan baru, seperti ketimpangan wilayah, urbanisasi tak terkendali, dan penurunan kualitas lingkungan.
Dari sisi strategis, sektor properti memang memiliki efek pengganda (multiplier effect) terhadap berbagai sektor lain, seperti konstruksi, material bangunan, tenaga kerja, serta perbankan. Oleh karena itu, peningkatan investasi di sektor ini berpotensi memberikan dorongan besar bagi ekonomi nasional. Namun, agar dampaknya optimal, sinergi antara dunia usaha dan kebijakan pemerintah perlu terus diperkuat.
Pemerintah kini menjadikan tata ruang sebagai panduan utama dalam menata arah investasi nasional. Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) disiapkan untuk memastikan bahwa setiap proyek pembangunan bisa berjalan sesuai prinsip keberlanjutan. Dengan demikian, pembangunan yang dilakukan tidak hanya berorientasi pada keuntungan ekonomi jangka pendek, tetapi juga pada kesejahteraan masyarakat dan kelestarian lingkungan.
Melihat tren ini, para pelaku industri properti diharapkan mampu beradaptasi dengan kebijakan tata ruang nasional dan memprioritaskan proyek yang ramah lingkungan serta inklusif. Sementara itu, pemerintah perlu memastikan kepastian hukum dan kemudahan perizinan agar iklim investasi tetap kondusif.
Kenaikan investasi properti dan besarnya kontribusi sektor ini terhadap total investasi nasional menjadi penanda bahwa properti masih memegang peranan vital dalam pembangunan ekonomi Indonesia. Namun, jalan menuju Indonesia Emas 2045 tidak hanya membutuhkan angka pertumbuhan yang tinggi, tetapi juga arah pembangunan yang terencana, adil, dan berkelanjutan. Tata ruang yang kuat akan menjadi kompas utama dalam mewujudkan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kualitas hidup masyarakat di masa depan.
