Default Title
Loading...
IMG-LOGO
Home Pemerintah Kepala BRIN Arif Satria Dorong Riset Nasional yang...
Pemerintah

Kepala BRIN Arif Satria Dorong Riset Nasional yang Berorientasi pada Kemanfaatan dan Lahirnya Solusi Baru

Kepala BRIN Arif Satria Dorong Riset Nasional yang Berorientasi pada Kemanfaatan dan Lahirnya Solusi Baru

Dalam era persaingan global yang makin ditentukan oleh kecepatan inovasi dan ketepatan analisis, arah pembangunan ilmu pengetahuan di Indonesia memasuki fase penting. Transformasi riset tidak lagi cukup bertumpu pada kapasitas individu semata, tetapi juga pada kemampuan kolektif dalam membaca perubahan, memanfaatkan potensi ruang, serta melahirkan solusi yang relevan bagi kebutuhan masyarakat. Di titik inilah, peran Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan kepemimpinan ilmiah menjadi makin krusial.

Dilansir dari TechnologiIndonesia.id, Kepala BRIN yang baru, Arif Satria, menegaskan bahwa arah riset masa depan harus berorientasi pada kemanfaatan nyata bagi masyarakat. Ia memandang bahwa landasan riset yang kuat bukan hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi, melainkan juga oleh kemampuan imajinasi, kreativitas, dan konsistensi dalam belajar. Tiga kompetensi ini dianggap sebagai modal utama bagi periset Indonesia untuk bersaing di tingkat global. Oleh karena itu, Arif menilai bahwa kedewasaan dan produktivitas seorang ilmuwan tidak ditentukan oleh usia, melainkan oleh orientasinya terhadap masa depan. Ia berharap para profesor riset tetap rendah hati, adaptif, dan mempertahankan mentalitas sebagai pembelajar sejati agar kontribusi ilmu pengetahuan bagi bangsa kian kokoh.

Pandangan visioner tersebut kemudian ia kaitkan dengan tantangan global yang makin kompleks, terutama dalam isu kesehatan. Melalui perspektif analisis geospasial, Arif menyoroti potensi peningkatan penyakit berbasis zoonosis yang banyak dipicu oleh perubahan penggunaan lahan, fragmentasi habitat, hingga intensitas interaksi manusia dan satwa liar pada wilayah tertentu. Dalam konteks ini, pendekatan One Health menjadi kerangka integratif yang menyatukan data spasial tentang persebaran penyakit, pola mobilitas penduduk, kondisi lingkungan, serta dinamika iklim. Semua elemen tersebut saling berkelindan dan menentukan kualitas kesehatan masyarakat, termasuk memengaruhi kandungan zat gizi mikro di berbagai wilayah.

Dari aspek lain, Arif juga menekankan pentingnya penguatan riset di bidang material science sebagai pilar kemandirian industri nasional. Penguasaan metalurgi dan pengembangan biomaterial berbasis biodiversitas Indonesia menjadi kunci untuk menciptakan inovasi yang relevan dengan potensi lokal. Dalam pendekatan geospasial, potensi rumput laut, limbah sawit, hingga kayu tidak dapat dilepaskan dari karakter lingkungan penghasilnya, seperti kualitas tanah, sebaran spesies, hingga ketersediaan infrastruktur pemrosesan. Riset berbasis lokasi ini diyakini berpeluang menghasilkan bahan alternatif yang lebih berkelanjutan serta mendukung regenerasi sumber daya alam secara terpadu.

Penekanan terhadap riset yang adaptif dan berbasis pemetaan potensi wilayah ini sejalan dengan komitmen BRIN dalam memperkuat ekosistem riset nasional. Pada kesempatan tersebut, BRIN mengukuhkan lima profesor riset baru yang memiliki kepakaran strategis melalui sidang terbuka orasi ilmiah di Auditorium Sumitro Djojohadikusumo. Para ilmuwan yang dikukuhkan, yakni Ika Kartika, Murni Handayani, Maria Holly Herawati, Fitrah Ernawati, dan Tri Muji Susantoro, mewakili bidang-bidang strategis mulai dari material, kesehatan, pangan, hingga pengindraan jauh untuk energi dan sumber daya mineral.

Arif Satria menyampaikan apresiasi atas pencapaian kelima profesor riset itu, seraya menegaskan bahwa pemerintah menempatkan energi, kesehatan, serta industri manufaktur, mulai dari elektronik hingga garmen, sebagai prioritas riset nasional. Ia menilai Indonesia perlu mengurangi ketergantungan pada industri dan investasi asing, khususnya dalam sektor kesehatan dan pertahanan. Fokus ini menunjukkan kebutuhan mendesak untuk membangun kemandirian teknologi yang berbasis pada riset, inovasi, serta pemanfaatan potensi strategis yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Tinggalkan Komentar

Anda harus login dan berlangganan untuk memberikan komentar.

Komentar (0)


Jadilah yang pertama memberikan komentar!