Default Title
Loading...
IMG-LOGO
Home Lingkungan Citra Satelit NASA Tunjukkan Kebangkitan Gunung Kr...
Lingkungan

Citra Satelit NASA Tunjukkan Kebangkitan Gunung Krasheinnikova Rusia

Citra Satelit NASA Tunjukkan Kebangkitan Gunung Krasheinnikova Rusia

Citra satelit NASA memperlihatkan sebuah gunung api di Semenanjung Kamchatka, Rusia, yang kembali aktif setelah lebih dari empat abad tertidur. Gunung Krasheninnikova mulai memuntahkan lava dan abu pada pagi hari 3 Agustus 2025, menurut laporan Kamchatkan Volcanic Eruption Response Team (KVERT), dan hingga kini aktivitasnya belum mereda. Erupsi berlanjut dengan semburan abu, gas vulkanik, serta aliran lava yang terus bergerak di lerengnya.

Aktivitas ini terekam pada 14 November melalui instrumen OLI-2 (Operational Land Imager-2) di satelit pengamatan Bumi Landsat 9. Dilansir dari Newsweek, NASA membangun, menguji, dan meluncurkan Landsat 8 dan 9, sementara USGS mengoperasikan dan mengelola pengumpulan datanya.

“Asap letusan membubung dari salah satu kawah Krasheninnikova dan terbawa angin ke barat laut. Erupsi ini mengangkat kolom abu hingga beberapa kilometer di atas bibir kawah, membuat otoritas menetapkan kode penerbangan tetap oranye. Aliran lava terbaru mengalir ke timur laut, tampak mencolok di antara lereng yang berselimut salju,” tulis NASA dalam pernyataan resmi.

Gambar 1

Kode oranye menunjukkan aktivitas vulkanik meningkat dengan potensi erupsi lebih besar, atau bahwa erupsi memang sedang berlangsung dengan emisi abu minimal. Episode ini terjadi hanya lima hari setelah gempa kuat mengguncang wilayah tersebut. Menurut Earth Observatory, pusat gempa ini menjadi salah satu yang terkuat yang pernah tercatat instrumen seismik modern, berlokasi sekitar 240 kilometer di selatan gunung.

Gempa berkekuatan magnitudo 8,8 yang terjadi pada 29 Juli 2025 itu memicu peringatan tsunami di seluruh kawasan Pasifik, menurut USGS. Paul Lundgren, ahli geofisika dari Jet Propulsion Laboratory NASA, menggunakan teknik pengindraan jauh untuk mengukur seberapa besar pergeseran tanah di Kamchatka bagian selatan setelah gempa tersebut. “Sesuai dengan karakter gunung yang tidak menunjukkan aktivitas selama sekitar 400 tahun,” ujarnya, “Saya menilai erupsi ini dipicu oleh gempa bermagnitudo 8,8 tersebut.”

Krasheninnikova sendiri terdiri atas dua stratovolkano—kerucut vulkanik curam yang terbentuk oleh magma kental dan eksplosif—yang bertumpukan di dalam sebuah kaldera. Earth Observatory mencatat bahwa letusan besar yang membentuk cekungan kaldera tersebut terjadi sekitar 30.000 tahun lalu, sementara erupsi sebelumnya diperkirakan berlangsung sekitar tahun 1550 dan menghasilkan aliran lava dari kedua puncak kerucutnya.

Sebelumnya, citra satelit juga menangkap aktivitas berbeda di Gunung Iliamna, Alaska. Newsweek melaporkan foto tersebut diambil pada 10 Juni oleh instrumen OLI pada Landsat 8, yang dioperasikan bersama oleh NASA dan USGS. Peningkatan seismisitas tercatat pada 15 Juni sekitar pukul 04.30 waktu setempat, ditandai dengan serangkaian gempa kecil.

Gambar 2

Namun, Alaska Volcano Observatory (AVO) menegaskan bahwa aktivitas tersebut kemungkinan besar tidak disebabkan oleh aktivitas vulkanik, melainkan akibat longsoran besar yang meluncur di lereng gunung. Meski terakhir meletus pada 1867, Iliamna masih bergemuruh setiap dua tahun. Menurut NASA, getaran-getaran itu bukan pertanda erupsi, melainkan sinyal dari longsoran yang cukup besar untuk terekam instrumen seismik maupun infrasound di sekitarnya.

Tinggalkan Komentar

Anda harus login dan berlangganan untuk memberikan komentar.

Komentar (0)


Jadilah yang pertama memberikan komentar!