Citra satelit yang menampilkan rona kecokelatan di lereng Gunung Slamet kembali memicu gelombang kekhawatiran publik. Sebuah video animasi peta 3D yang beredar luas di Instagram dan berbagai platform media sosial menyoroti area terbuka di sisi utara–barat daya gunung tertinggi di Jawa Tengah itu. Dalam narasinya, pembuat video menyebut bahwa kawasan tersebut patut dicurigai sebagai aktivitas tambang yang dapat meningkatkan risiko banjir bandang jika tidak segera dihentikan.
Video itu cepat menyedot perhatian. Tayangannya telah mencapai puluhan ribu kali dan dipenuhi komentar yang mempertanyakan kondisi kawasan konservasi Gunung Slamet. Kekhawatiran publik pun membesar seiring beredarnya klaim tak terverifikasi tersebut.
Namun, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Banyumas memastikan bahwa area yang disorot dalam unggahan itu bukan lokasi tambang aktif. Kepala DLH Banyumas Widodo Sugiri menegaskan bahwa wilayah yang tampak kecoklatan merupakan bekas eksplorasi PLTP Baturraden, bukan tambang mineral. "Itu lokasi rencana PLTP, gambar itu kemungkinan citra satelit lama, sebelum tahun 2025. Tapi apa pun itu, kalau mendasari citra satelit itu, kami juga memiliki kekhawatiran yang sama," kata Sugiri, dikutip dari Radar Banyumas, Jumat, 12 Desember 2025. Ia menambahkan bahwa titik tersebut berada di kawasan hutan lindung di atas Kecamatan Cilongok, dengan akses melalui jalur Kaligua, Kabupaten Brebes.
Fenomena serupa pernah mencuat pada 2017, ketika terjadi insiden “Banyu Buthek” atau air keruh yang mengalir menuju Curug Cipendok akibat pembukaan akses menuju area pengeboran. “Banyu Buthek dulu karena kegiatan pembukaan akses jalan menuju wellpad. Di citra satelit yang tampak coklat itu akses jalan menuju wellpad H dan F,” jelas Sugiri. Ia menegaskan bahwa eksplorasi PLTP sudah berhenti beberapa tahun terakhir.
Pada September 2025, DLH bersama instansi terkait telah meninjau kembali kondisi lokasi untuk mengecek progres revegetasi yang menjadi kewajiban perusahaan pemegang izin. Laporan pemkab mengenai kondisi tersebut juga telah disampaikan kepada Kementerian ESDM.
