Di tengah meningkatnya risiko bencana dan tekanan perubahan iklim, para wali kota se-Indonesia menyepakati perlunya pembenahan mendasar dalam tata kelola perkotaan. Forum Outlook Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) yang digelar di Bandar Lampung menjadi ruang konsolidasi bagi pemerintah kota untuk menyamakan langkah, terutama dalam isu tata ruang, regulasi, dan tanggung jawab wilayah yang dinilai krusial menghadapi dinamika kebencanaan, khususnya di kawasan Sumatera.
Direktur Eksekutif APEKSI Alwis Rustam mengungkapkan, terdapat tiga kesepakatan utama yang menjadi benang merah hasil pertemuan para wali kota. “Ada tiga poin krusial yang disepakati para wali kota, yakni evaluasi perencanaan tata ruang, advokasi regulasi, dan penguatan tanggung jawab wilayah pemerintah kota. Hal ini berkaitan dengan isu kebencanaan di Sumatera,” katanya dalam kegiatan Outlook di Bandar Lampung, Sabtu, 20 Desember 2025.
Alwis menekankan bahwa evaluasi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) menjadi agenda mendesak. Dokumen perencanaan tersebut, menurutnya, harus disesuaikan dengan realitas perubahan iklim agar kota-kota lebih adaptif dan mampu meminimalkan dampak bencana di masa depan. “Selain itu, APEKSI juga akan mengadvokasi tumpang tindih kewenangan pusat, provinsi, dan daerah yang kerap menghambat respons bencana,” katanya.
Ke depan, APEKSI akan memfokuskan langkah lanjutan pada advokasi kebijakan tata ruang, penguatan koordinasi antarlembaga pemerintahan, serta penghitungan ulang kebutuhan anggaran rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Alwis menegaskan, peran pemerintah kota sangat strategis karena berada di garis terdepan saat krisis terjadi. “Tugas kami di APEKSI adalah memastikan suara daerah terdengar di tingkat nasional karena pemerintah kota adalah pihak yang pertama kali berhadapan langsung dengan dampak setiap krisis,” jelasnya.
Dalam konteks respons cepat, APEKSI juga mencatat kontribusi nyata pemerintah kota dalam penanggulangan bencana di wilayah Sumatera. Total bantuan yang telah disalurkan mencapai sekitar Rp150 miliar, baik dalam bentuk dana tunai maupun bantuan non-tunai.
“APEKSI bergerak cepat setelah menerima laporan bencana di Komisi Wilayah (Komwil) I yang mencakup empat provinsi, dengan tiga provinsi di antaranya terdampak cukup signifikan,” ujar Alwis.
Begitu menerima informasi kebencanaan, APEKSI langsung menindaklanjuti Surat Edaran Menteri Dalam Negeri serta imbauan Ketua Umum kepada seluruh pemerintah kota anggota untuk mengerahkan bantuan anggaran dan logistik. “APEKSI mendirikan posko-posko bantuan di berbagai kota dan menyiapkan anggaran khusus. Kemudian, Sekretariat Direktorat APEKSI berperan sebagai fasilitator agar penyaluran bantuan terkoordinasi dan tepat sasaran,” kata dia.
Sementara itu, Wali Kota Ternate yang juga Wakil Ketua Dewan Pengurus APEKSI Nasional, Muhammad Tauhid Suleiman, menilai Outlook APEKSI bukan sekadar forum seremonial, melainkan juga ruang refleksi bersama untuk memperkuat kesiapan kota menghadapi tantangan tahun 2026.
“Outlook APEKSI dilaksanakan sebagai forum refleksi atas pelaksanaan pemerintahan kota sepanjang tahun 2025, sekaligus penguatan sinergi antarpemerintah kota di seluruh Indonesia,” katanya dikutip dari ANTARA, Sabtu, 20 Desember 2025.
Menurutnya, forum ini menjadi agenda rutin nasional untuk mengevaluasi berbagai persoalan perkotaan yang dihadapi pemerintah kota dari Sabang hingga Merauke. “Setiap kota memiliki karakteristik dan tantangan perkotaan yang berbeda. Melalui forum ini, kota-kota dapat saling menguatkan, berbagi pengalaman, serta menyampaikan success story dari keberhasilan masing-masing daerah,” terangnya.
Tauhid berharap refleksi kolektif tersebut dapat mempererat kolaborasi antarkota sekaligus menumbuhkan optimisme baru dalam menyongsong 2026, meski sepanjang 2025 pemerintah daerah dihadapkan pada tantangan efisiensi anggaran. “Alhamdulillah, meski dihadapkan pada tantangan efisiensi, seluruh pemerintah kota di Indonesia tetap mampu berjalan, bergerak, dan melaksanakan tugas pemerintahan,” katanya.
