Default Title
Loading...
IMG-LOGO
Home Tiongkok Tiongkok Kembangkan Drone Bertenaga Hidrogen yang...
Tiongkok

Tiongkok Kembangkan Drone Bertenaga Hidrogen yang mampu Terbang Lebih Lama

Tiongkok Kembangkan Drone Bertenaga Hidrogen yang mampu Terbang Lebih Lama

Di tengah pesatnya perkembangan industri drone, kebutuhan akan sumber energi yang lebih ringan, tahan lama, dan efisien makin mendesak. Selama ini, baterai litium masih menjadi andalan utama berbagai industri drone. Namun, keterbatasan daya tahan terbang dan bobot perangkat kerap menjadi hambatan besar, terutama untuk misi berskala panjang, seperti pemantauan hutan, inspeksi infrastruktur, hingga operasi darurat. Kondisi inilah yang mendorong para peneliti di Tiongkok mencari solusi baru melalui teknologi hidrogen.

Dalian Institute of Chemical Physics yang berada di bawah Chinese Academy of Sciences berhasil mengembangkan sel bahan bakar hidrogen terbaru bernama High-Specific-Power Cathode-Closed Air-Cooled Stack. Teknologi ini bahkan telah lolos penilaian pencapaian ilmu pengetahuan dan teknologi di Tiongkok.

Perangkat tersebut dijuluki sebagai “jantung hidrogen” untuk drone kelas industri karena dirancang khusus untuk menghasilkan tenaga besar dalam ukuran yang tetap ringan. Teknologi ini menggabungkan desain ringan, output daya tinggi, serta sistem pendinginan udara yang lebih efisien dibandingkan sistem sel bahan bakar konvensional.

Keunggulan terbesarnya terletak pada peningkatan daya tahan terbang drone. Dengan teknologi baru ini, ketahanan terbang drone industri disebut mampu meningkat hingga dua kali lipat dibandingkan penggunaan baterai litium biasa. Hal itu menjadi langkah penting bagi pengembangan low-altitude economy yang kini berkembang pesat di Tiongkok.

Uji coba teknologi tersebut juga telah dilakukan secara langsung. Sebuah drone bertenaga hidrogen yang menggunakan susunan baterai terbaru itu berhasil menyelesaikan penerbangan pengujian di Dalian, Provinsi Liaoning, pada 10 Mei 2026 lalu. Hasil pengujian menunjukkan performa yang sangat baik pada berbagai indikator utama.

Secara teknis, susunan baterai berpendingin udara itu mampu mencapai daya spesifik hingga 1.970 watt per kilogram dengan kepadatan daya area sebesar 1,15 watt per sentimeter persegi. Angka tersebut menunjukkan efisiensi tinggi untuk perangkat drone industri yang membutuhkan tenaga besar, tetapi tetap ringan.

Dilansir dari Antara, direktur Laboratorium Kunci Negara untuk Katalisis di DICP, Chen Zhongwei, menyatakan bahwa teknologi ini telah berhasil melewati tahap pengembangan laboratorium dan mulai memasuki fase penerapan skala besar. Saat ini, teknologi tersebut sudah mulai digunakan dalam berbagai sektor, seperti kehutanan, pertanian, inspeksi jaringan listrik, hingga misi tanggap darurat.

Pengembangan drone hidrogen ini menjadi sinyal kuat bahwa persaingan teknologi energi masa depan kini tidak hanya terjadi pada kendaraan listrik, tetapi juga merambah industri penerbangan tanpa awak. Dengan efisiensi yang makin tinggi, drone berbasis hidrogen berpotensi menjadi standar baru untuk kebutuhan industri modern di masa mendatang.

Tinggalkan Komentar

Anda harus login untuk memberikan komentar.

Komentar (0)


Jadilah yang pertama memberikan komentar!