Di tengah kebutuhan internet yang terus meningkat di Indonesia, terutama untuk mendukung transformasi digital nasional, kabar baik datang dari sektor teknologi satelit. Satelit Nusantara Lima (N5) resmi mengantongi izin penting yang membuka jalan bagi penyediaan layanan internet berkecepatan tinggi hingga 160 Gbps. Kehadiran satelit ini diharapkan menjadi solusi untuk memperluas akses konektivitas, khususnya di wilayah yang selama ini masih sulit dijangkau jaringan internet konvensional.
Satelit N5 baru saja memperoleh izin Jaringan Tetap Tertutup Berbasis Satelit (JARTUPSAT) dan Very Small Aperture Terminal (VSAT) dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Izin tersebut menjadi langkah krusial sebelum layanan satelit dapat dioperasikan secara penuh untuk masyarakat dan berbagai sektor industri di Indonesia.
Dilansir dari Uzone.id, penerbitan izin ini dilakukan setelah Satelit N5 berhasil melewati rangkaian Uji Laik Operasi (ULO) yang digelar di Gateway Banjarbaru, Kalimantan Selatan, pada 23 hingga 24 April 2026. Dalam proses pengujian tersebut, seluruh perangkat, jaringan, serta sistem komunikasi satelit diperiksa secara menyeluruh guna memastikan operasional berjalan aman, stabil, dan sesuai standar nasional telekomunikasi.
Keberhasilan melewati tahap ULO menandakan bahwa Satelit N5 siap menjadi salah satu tulang punggung baru konektivitas nasional. Dengan kapasitas mencapai 160 Gbps, satelit ini dinilai mampu memperkuat kapasitas satelit Indonesia sekaligus meningkatkan kualitas layanan internet di berbagai daerah.
Proses pengujian dilakukan oleh Tim Kelompok Kerja Layanan Telekomunikasi Komdigi. Fokus utama pengujian adalah memastikan seluruh sarana dan prasarana telekomunikasi yang dimiliki Satelit N5 dapat berfungsi optimal dalam mendukung kebutuhan komunikasi data berkecepatan tinggi.
Direktur Utama PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN), Adi Rahman Adiwoso, menyebutkan bahwa kelulusan ULO menjadi fase penting sebelum Satelit N5 benar-benar dioperasikan secara luas. Menurutnya, layanan ini nantinya akan difokuskan untuk membantu pemerataan akses internet, terutama di wilayah terdepan, terpencil, dan tertinggal (3T) yang selama ini masih menghadapi keterbatasan konektivitas digital.
Keberhasilan tersebut juga menjadi bukti kemampuan PSN dalam mengintegrasikan jaringan satelit dan ruas bumi nasional dengan presisi tinggi. Selain memperkuat infrastruktur telekomunikasi Indonesia, peningkatan kapasitas internet dari Satelit N5 diharapkan mampu mempercepat digitalisasi di berbagai sektor, termasuk geospasial, pendidikan, pemerintahan, hingga layanan publik berbasis teknologi. Dengan konektivitas yang makin kuat, Indonesia berpeluang mempercepat pemerataan transformasi digital hingga ke pelosok negeri.
