Default Title
Loading...
IMG-LOGO
Home Tiongkok Saingi NASA, Tiongkok Siapkan Stasiun Luar Angkasa...
Tiongkok

Saingi NASA, Tiongkok Siapkan Stasiun Luar Angkasa Baru dengan Ukuran Dua Kali Lebih Besar

Saingi NASA, Tiongkok Siapkan Stasiun Luar Angkasa Baru dengan Ukuran Dua Kali Lebih Besar

Ambisi eksplorasi luar angkasa kini memasuki babak baru. Di tengah dominasi panjang NASA dan kejayaan International Space Station, Tiongkok mulai menunjukkan langkah agresif untuk mengubah peta persaingan global. Negara tersebut secara resmi mengonfirmasi rencana besar untuk memperluas stasiun luar angkasanya, Tiangong, hingga berpotensi lebih dari dua kali lipat ukuran saat ini.

Saat ini, hanya dua stasiun luar angkasa yang aktif di orbit rendah Bumi: ISS dan Tiangong. ISS sendiri merupakan proyek kolaborasi 15 negara yang telah menjadi laboratorium raksasa bagi lebih dari 3.000 eksperimen ilmiah. Namun, masa operasionalnya tidak akan berlangsung selamanya. NASA berencana menghentikan ISS pada awal 2031 dengan bantuan kendaraan deorbit khusus yang dikembangkan oleh SpaceX, yang akan mengarahkan stasiun tersebut masuk kembali ke atmosfer secara terkendali di wilayah Samudra Pasifik Selatan.

Di sisi lain, Tiongkok melihat momentum ini sebagai peluang strategis. Tiangong yang saat ini berbentuk huruf “T” akan ditingkatkan dengan penambahan modul keempat sebagai ekstensi multifungsi dari modul inti Tianhe. Penambahan ini akan mengubah struktur menjadi berbentuk silang. Modul baru tersebut dirancang memiliki banyak port docking, termasuk untuk dua laboratorium tambahan di masa depan. Jika seluruh rencana terealisasi, Tiangong akan berkembang menjadi stasiun dengan enam modul dan massa total sekitar 180 ton.

Menurut laporan South China Morning Post, sejak rampung pada 2022, Tiangong telah menjadi pusat aktivitas ilmiah yang sangat aktif. Lebih dari 260 eksperimen telah dilakukan, disertai 26 kali spacewalk oleh para astronaut Tiongkok. Hingga kini, lebih dari dua lusin astronaut telah tinggal dan bekerja di sana, dan partisipasi internasional mulai diperluas dengan rencana keikutsertaan astronaut dari Pakistan, Hong Kong, dan Makau.

Dengan kapasitas ruang huni sekitar 110 meter kubik, setara apartemen tiga kamar tidur, Tiangong saat ini mampu menampung tiga astronaut untuk misi jangka panjang, serta hingga enam orang dalam periode pergantian kru. Namun, meningkatnya kerja sama internasional, termasuk dengan Kantor PBB untuk Urusan Luar Angkasa, membuat kebutuhan ruang terus melonjak. Bahkan, laporan media pemerintah menyebut stasiun ini bisa segera kehabisan kapasitas.

Untuk mendukung ekspansi besar ini, Tiongkok juga meningkatkan kemampuan roket Long March 5B, termasuk memperbesar fairing muatan dan menambah tahap roket guna meningkatkan daya angkut. Selain itu, sistem lengan robotik Tiangong juga akan ditingkatkan agar mampu menangani tugas yang lebih kompleks.

Dengan usia desain mencapai 15 tahun, Tiangong tidak hanya diproyeksikan sebagai penerus ISS, tetapi juga simbol kebangkitan Tiongkok dalam teknologi antariksa. Ketika ISS bersiap pensiun, dunia kemungkinan akan menyaksikan pergeseran pusat aktivitas luar angkasa, dari Barat ke Timur, yang menandai era baru eksplorasi manusia di orbit Bumi.

Tinggalkan Komentar

Anda harus login untuk memberikan komentar.

Komentar (0)


Jadilah yang pertama memberikan komentar!