Default Title
Loading...
IMG-LOGO
Home Internasional Manfaatkan Drone dan AI, Peneliti Identifikasi Gan...
Internasional

Manfaatkan Drone dan AI, Peneliti Identifikasi Gandum yang Mampu Bertahan di Cuaca Ekstrem

Manfaatkan Drone dan AI, Peneliti Identifikasi Gandum yang Mampu Bertahan di Cuaca Ekstrem

Ancaman perubahan iklim yang makin nyata menuntut sektor pertanian untuk beradaptasi dengan cepat agar tetap mampu memenuhi kebutuhan pangan global. Cuaca ekstrem, seperti kekeringan berkepanjangan dan suhu tinggi, menjadi tantangan besar bagi petani, terutama dalam menjaga stabilitas hasil panen. Untuk menjawab persoalan tersebut, para peneliti mulai mengandalkan teknologi mutakhir untuk menemukan solusi yang lebih efektif dan efisien.

Dilansir dari Antara, peneliti dari Universitas Barcelona (UB), Spanyol, mengembangkan pendekatan inovatif dengan memanfaatkan drone, kamera udara dan darat, sensor, serta kecerdasan buatan atau AI untuk mengidentifikasi varietas gandum yang mampu bertahan dalam kondisi cuaca ekstrem tanpa mengorbankan produktivitas. Penelitian ini dipublikasikan dalam jurnal Plant Phenomics pada April dan dilakukan bersama pusat riset internasional Agrotecnio.

Studi tersebut dilatarbelakangi oleh meningkatnya kebutuhan industri pertanian terhadap metode yang dapat memastikan hasil panen tetap stabil meskipun kondisi lingkungan terus berubah. Para peneliti menilai bahwa teknologi berbasis AI dapat menjadi alat penting untuk mempercepat proses identifikasi tanaman unggul secara lebih presisi.

Dalam praktiknya, penggunaan drone memungkinkan pengumpulan data tanaman secara luas dan cepat di lapangan. Data visual dan sensor yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan model AI untuk mendeteksi perbedaan karakteristik antarvarietas. Dengan pendekatan ini, proses yang sebelumnya membutuhkan banyak tenaga kerja kini dapat dilakukan oleh satu teknisi di lapangan, sementara analisis mendalam dilakukan secara terpusat.

Model AI yang dikembangkan dilatih menggunakan data dari berbagai kondisi pertumbuhan tanaman. Hasilnya, sistem mampu memprediksi potensi hasil panen sekaligus stabilitas produksi dengan tingkat akurasi tinggi. Hal ini membuka peluang besar bagi petani dan peneliti untuk memilih varietas yang paling sesuai dengan kondisi iklim tertentu.

Dalam penelitian tersebut, tim menganalisis 64 varietas gandum durum yang ditanam di dua lingkungan Mediterania berbeda, yakni lahan dengan sistem irigasi dan lahan tadah hujan. Dari analisis tersebut, ditemukan bahwa pertumbuhan awal yang kuat disertai fase pematangan yang lebih cepat menjadi faktor utama dalam menjaga konsistensi hasil panen. Karakteristik ini membantu tanaman lebih tahan terhadap tekanan lingkungan, seperti kekeringan dan suhu tinggi.

Pemanfaatan teknologi ini juga membawa dampak signifikan dalam efisiensi kerja. Selain mempercepat proses seleksi tanaman, pendekatan berbasis drone dan AI mampu mengurangi kebutuhan evaluasi langsung oleh manusia di lapangan sehingga menghemat waktu dan biaya.

Ke depan, inovasi semacam ini berpotensi menjadi kunci dalam menghadapi tantangan ketahanan pangan global. Dengan menggabungkan teknologi dan ilmu pertanian, para peneliti membuka jalan bagi sistem produksi pangan yang lebih adaptif, presisi, dan berkelanjutan di tengah perubahan iklim yang tak terelakkan. 

Tinggalkan Komentar

Anda harus login untuk memberikan komentar.

Komentar (0)


Jadilah yang pertama memberikan komentar!