Laut kini bukan lagi sekadar jalur perdagangan dan pertahanan, tetapi juga medan tempur teknologi paling mutakhir di dunia. Negara-negara besar berlomba menciptakan sistem tempur tanpa awak yang mampu bergerak cepat, sulit terdeteksi, dan dapat menyerang tanpa melibatkan langsung pasukan manusia. Dalam persaingan tersebut, perusahaan pertahanan asal Turki, Aselsan, memperkenalkan drone bawah laut dan kapal tempur otonom terbaru yang digadang-gadang mampu mengubah wajah peperangan modern di masa depan.
Dalam ajang SAHA 2026 yang digelar di Istanbul pada Selasa, 5 Mei 2026, Aselsan resmi memperkenalkan keluarga sistem bawah laut otonom bernama Kilic serta wahana permukaan tak berawak Tufan. Kedua platform itu dikembangkan untuk mendukung operasi laut modern yang menuntut kecepatan, fleksibilitas, dan kemampuan bertempur di berbagai domain secara bersamaan.
Kilic menjadi sorotan utama karena dirancang khusus untuk menjalankan misi bawah laut secara senyap dan sulit terdeteksi. Drone ini hadir dalam beberapa varian yang mengutamakan mobilitas tinggi serta kemampuan menyerang dengan tingkat akurasi presisi. Dalam operasi militer modern, kemampuan seperti ini sangat penting untuk menjalankan misi infiltrasi, sabotase, hingga pengintaian di wilayah berisiko tinggi tanpa melibatkan langsung personel manusia.
Aselsan juga membekali Kilic dengan sensor generasi terbaru, sistem komunikasi canggih, dan teknologi navigasi otomatis yang memungkinkan kendaraan bawah laut tersebut beroperasi secara mandiri. Tidak hanya itu, sistem ini juga mampu bergerak dalam formasi kawanan atau swarm, di mana beberapa unit dapat bekerja sama secara terkoordinasi untuk menjalankan misi tertentu secara simultan. Konsep swarm dinilai menjadi salah satu masa depan peperangan modern karena memungkinkan serangan lebih efektif, sulit diprediksi, dan mampu menekan risiko kerugian personel.
Di sisi lain, Aselsan turut memperkenalkan Tufan, kapal tanpa awak berkecepatan tinggi yang dirancang untuk menjalankan misi ofensif sekaligus pengawasan intelijen. Wahana ini mampu beroperasi di wilayah pesisir maupun laut lepas dengan kemampuan manuver yang agresif dan tingkat otonomi tinggi.
Tufan juga mendukung operasi berbasis jaringan terintegrasi dan formasi swarm sehingga beberapa unit dapat melakukan pengintaian, pengawasan, hingga serangan presisi dalam waktu bersamaan. Kehadiran Kilic dan Tufan menunjukkan bagaimana teknologi otonom kini mulai menjadi tulang punggung strategi pertahanan modern. Dengan kemampuan operasi tanpa awak yang makin canggih, masa depan peperangan laut diperkirakan akan berubah drastis dalam beberapa tahun mendatang.