Default Title
Loading...
IMG-LOGO
Home Infrastruktur KAI Bakal Tutup 40 Perlintasan Kereta Api Liar di...
Infrastruktur

KAI Bakal Tutup 40 Perlintasan Kereta Api Liar di DKI Jakarta

KAI Bakal Tutup 40 Perlintasan Kereta Api Liar di DKI Jakarta

Masih hangat di ingatan publik insiden tragis tabrakan antara KRL dan KA Argo Bromo yang terjadi pada 30 April 2026 lalu. Peristiwa tersebut kembali membuka mata banyak pihak mengenai tingginya risiko kecelakaan di jalur perkeretaapian, terutama pada perlintasan sebidang liar yang masih banyak digunakan masyarakat. Kondisi ini membuat upaya peningkatan keselamatan menjadi salah satu prioritas utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta.

Baca juga: Siapkan Dana Rp4 Triliun, Prabowo Bakal Perbaiki 1.800 Perlintasan Kereta Api Tanpa Palang Pintu

Sebagai langkah pencegahan, PT KAI Daop 1 Jakarta menargetkan penutupan sekitar 40 perlintasan liar sepanjang tahun 2026. Fokus utama penutupan berada pada jalur-jalur dengan lebar kurang dari dua meter yang tidak memiliki penjagaan resmi. Perlintasan semacam itu dinilai sangat berbahaya karena sering digunakan warga tanpa sistem pengamanan memadai, sementara frekuensi perjalanan kereta di wilayah Jakarta dan sekitarnya terus meningkat.

Dilansir dari Antara, Deputi 2 Daop 1 Jakarta PT KAI, Deddy Hendrady, menyatakan bahwa pihaknya telah mendapatkan tugas untuk menuntaskan penanganan puluhan perlintasan liar tersebut demi menjaga keselamatan operasional perjalanan kereta api maupun masyarakat sekitar. Sejauh ini, KAI telah berkoordinasi dengan unsur pemerintah wilayah terkait penutupan lima perlintasan swadaya di kawasan antara Cawang hingga Tebet.

Meski demikian, realisasi penutupan tahun ini masih berjalan terbatas. Dari lima titik yang direncanakan, baru satu perlintasan di kawasan Tebet-Cawang yang berhasil ditutup. KAI masih menunggu dukungan lebih lanjut dari pemerintah daerah untuk melanjutkan penutupan di titik-titik lainnya.

Menurut Deddy, seluruh perlintasan liar pada dasarnya memiliki tingkat risiko yang sama tinggi. Namun, pembangunan perlintasan resmi tidak mudah dilakukan karena memerlukan biaya besar, lahan yang memadai, fasilitas pendukung, hingga kebutuhan sumber daya manusia untuk penjagaan.

KAI juga menegaskan bahwa penutupan perlintasan liar di jalur antara Stasiun Tebet dan Stasiun Cawang dilakukan demi meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api sekaligus melindungi warga sekitar. Penentuan lokasi penutupan sendiri telah melalui musyawarah bersama masyarakat setempat. Perpindahan titik penutupan dilakukan berdasarkan pertimbangan kebutuhan warga, terutama karena lintasan di wilayah RT 05 dinilai lebih banyak digunakan dibandingkan akses lainnya.

Langkah penutupan perlintasan liar ini menjadi bagian penting dalam menciptakan sistem transportasi kereta api yang lebih aman di wilayah ibu kota. Dengan meningkatnya mobilitas masyarakat dan padatnya jadwal perjalanan kereta setiap hari, pengawasan serta penataan jalur perlintasan menjadi hal yang tidak bisa lagi ditunda.

Baca juga: MTI Sebut Kecelakaan Kereta di Bekasi Dipicu Faktor Human Error dan Kesalahan Sistem

Tinggalkan Komentar

Anda harus login untuk memberikan komentar.

Komentar (0)


Jadilah yang pertama memberikan komentar!