Perkembangan teknologi kendaraan otonom terus bergerak cepat dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu fokus utama industri adalah bagaimana membuat sistem navigasi mobil tanpa pengemudi menjadi lebih akurat, efisien, dan aman. Selama ini, perusahaan teknologi berlomba-lomba menggabungkan kamera dan sensor LiDAR agar kendaraan mampu memahami kondisi jalan secara detail. Namun, proses penggabungan dua sistem berbeda itu sering dianggap rumit dan memakan banyak waktu karena data visual dan data kedalaman harus disinkronkan secara presisi.
Perusahaan LiDAR asal San Francisco, Ouster, kini menghadirkan solusi baru melalui lini sensor terbarunya yang diberi nama Rev8. Sensor ini disebut sebagai terobosan karena mampu menghadirkan teknologi “native color lidar,” yaitu sistem yang dapat menangkap gambar berwarna sekaligus data kedalaman tiga dimensi dalam satu perangkat. Dengan kata lain, Rev8 bisa menjalankan fungsi kamera dan LiDAR secara bersamaan tanpa membutuhkan dua sensor terpisah.
Teknologi ini diyakini mampu menyederhanakan sistem navigasi kendaraan otonom yang selama ini bergantung pada proses kalibrasi kompleks antara kamera dan LiDAR. Menurut laporan TechCrunch, sensor Rev8 dikembangkan selama hampir satu dekade oleh Ouster untuk menghadirkan pengalaman pemetaan lingkungan yang lebih akurat dan efisien. CEO Ouster, Angus Pacala, menyebut teknologi tersebut sebagai salah satu pencapaian terbesar yang selama ini diinginkan para pengembang robotika.
Menurut perusahaan asal Amerika tersebut, selama bertahun-tahun industri teknologi harus membeli kamera dan sensor LiDAR secara terpisah, lalu menggabungkan data keduanya melalui proses komputasi tambahan yang cukup rumit. Bahkan, banyak perusahaan dinilai masih belum mampu menyelaraskan kedua aliran data tersebut secara sempurna. Kehadiran Rev8 disebut mampu mengubah pendekatan itu dengan menyatukan kemampuan visual dan pemetaan 3D dalam satu sensor tunggal.
Ouster juga menilai bahwa di masa depan kamera konvensional mungkin tidak lagi menjadi kebutuhan utama dalam sistem kendaraan otonom maupun robotika modern. Jika teknologi ini berhasil diadopsi secara luas, Rev8 berpotensi menjadi langkah besar dalam evolusi sensor pintar, sekaligus membuka era baru perangkat LiDAR yang lebih praktis, hemat ruang, dan memiliki kemampuan visual jauh lebih canggih dibanding generasi sebelumnya.