Sejumlah pemerintah daerah di Jawa Timur bergerak cepat merespons instruksi Presiden RI Prabowo Subianto terkait program gentengisasi nasional. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas kesehatan hunian masyarakat dengan mengganti atap seng menjadi genting, guna memastikan sirkulasi suhu yang lebih stabil serta kenyamanan lingkungan.
Visi Presiden Prabowo ini dilandaskan pada efektivitas atap genting dalam meredam panas matahari dan kebisingan saat hujan. Di wilayah Malang Raya yang memiliki curah hujan tinggi, penggunaan genting dinilai jauh lebih ideal dibandingkan seng untuk menjaga standar kesehatan bangunan.
Pemetaan Detail di Kota Batu
Dilansir dari MalangTIMES, Wali Kota Batu, Nurochman, menginstruksikan jajarannya untuk melakukan penyisiran wilayah secara mendalam. Pria yang akrab disapa Cak Nur ini menegaskan bahwa meskipun mayoritas hunian di Kota Batu secara visual sudah menggunakan genting, validasi data di lapangan tetap menjadi prioritas utama.
"Gentengisasi ini esensinya mengganti atap seng dengan genting. Sepertinya di Kota Batu pun sangat jarang, namun kami tidak mau gegabah. Pemetaan lapangan tetap harus dilakukan untuk memastikan tidak ada warga yang terlewat," ujar Nurochman saat dikonfirmasi baru-baru ini.
Untuk menindaklanjuti arahan tersebut, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Batu tengah menyusun Rencana Anggaran Biaya (RAB) serta kajian teknis. Kepala Disperkim Kota Batu, Arief As Shiddiq, menyebut pihaknya juga sedang mendalami petunjuk teknis (juknis) dari pemerintah pusat untuk menentukan kriteria penerima manfaat.
"Kami perlu pelajari juknisnya dulu. Apakah nantinya menyasar masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) atau masuk dalam skema rumah tidak layak huni (RTLH). Intervensi anggaran akan segera kami siapkan jika ditemukan kantong pemukiman yang masih menggunakan seng," jelas Arief dalam kesempatan terpisah.
Lumajang Gandeng TNI dan Polri
Langkah serupa diambil Pemerintah Kabupaten Lumajang. Bupati Lumajang, Indah Amperawati Masdar, menyatakan komitmennya untuk menjalankan perintah presiden tersebut dengan menggandeng berbagai instansi terkait. Program ini dinilai selaras dengan konsep pembangunan yang ramah lingkungan.
"Masih kita bicarakan dengan TNI - Polri lalu dinas permukiman untuk program gentengisasi," ujar Indah saat dikonfirmasi Tribun Jatim di Pendopo Arya Wiraraja, Senin, 9 Februari 2026.
Indah mencatat bahwa sebagian besar permukiman di wilayah perkotaan maupun pelosok pedesaan Lumajang sebenarnya sudah menggunakan genting. Namun, pembahasan awal tetap dilakukan untuk memastikan implementasi program berjalan secara merata dan berkelanjutan dengan alam.
"Yang jelas karena itu perintah presiden jadi kita akan laksanakan. Ya jadi pakai genteng, genteng itu kan ramah lingkungan," tutur Indah.
