Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat NASA resmi memulai misi Artemis II, sebuah operasi bersejarah yang menandai kembalinya perjalanan manusia ke sekitar Bulan setelah lebih dari 50 tahun sejak program Apollo berakhir pada 1972. Berdasarkan laporan Al Jazeera, Roket Space Launch System (SLS) berhasil lepas landas dari Cape Canaveral, Florida pada Rabu, 1 April 2026, membawa kapsul Orion yang berisi awak untuk menjalani perjalanan selama 10 hari.
Misi ini menjadi langkah penting dalam rencana besar NASA untuk kembali mengirim manusia ke Bulan. Meskipun tidak mendarat di Bulan, perjalanan ini akan memberikan data krusial terkait performa sistem penerbangan, keselamatan kru, serta dinamika perjalanan manusia di ruang angkasa dalam durasi yang lebih panjang dibandingkan misi orbit Bumi sebelumnya.
Sebagai tahap awal dari perjalanan tersebut, selama dua hari pertama para astronot akan berada di orbit tinggi Bumi untuk memastikan seluruh sistem pesawat bekerja dengan baik. Pemeriksaan ini meliputi sistem navigasi, komunikasi, mesin, hingga dukungan kehidupan di dalam kapsul. Setelah semua dinyatakan aman, Orion akan melakukan manuver penting yang disebut translunar injection, yaitu dorongan mesin yang membawa pesawat keluar dari orbit Bumi menuju jalur langsung ke Bulan.
Pada hari ketiga dan keempat, kapsul Orion akan terus melaju menuju Bulan. Dalam fase ini, awak tetap memantau kondisi pesawat sambil memastikan semua sistem berjalan normal selama perjalanan di ruang angkasa. Setelah mendekati Bulan, Orion akan mengikuti lintasan free-return, yaitu jalur yang dirancang agar pesawat dapat berputar mengelilingi Bulan dan kembali ke Bumi secara alami tanpa perlu banyak dorongan tambahan.
Memasuki hari kelima, Orion mulai masuk ke wilayah gravitasi Bulan, di mana tarikan Bulan menjadi lebih kuat dibandingkan tarikan Bumi. Pada tahap ini, para astronot juga akan melakukan simulasi penggunaan pakaian antariksa, termasuk latihan mengenakannya dengan cepat dan memastikan semuanya siap untuk kondisi darurat.
Puncak misi terjadi pada hari keenam saat Orion melintas paling dekat dengan permukaan Bulan, dengan jarak sekitar 6.450 hingga 9.650 kilometer. Pada momen inilah NASA akan melakukan pengamatan dan identifikasi wilayah Bulan sebagai persiapan untuk misi pendaratan di masa depan.
Setelah itu, pada hari ketujuh hingga kesembilan, Orion akan memulai perjalanan pulang ke Bumi sambil tetap menjalankan eksperimen ilmiah dan pemantauan kondisi kesehatan kru. Misi akan ditutup pada hari kesepuluh ketika kapsul memasuki atmosfer Bumi dengan kecepatan sangat tinggi sebelum akhirnya mendarat di Samudra Pasifik.
Keberhasilan Artemis II diharapkan menjadi fondasi penting bagi langkah NASA untuk kembali mendaratkan manusia di Bulan dalam waktu dekat.