Default Title
Loading...
IMG-LOGO
Home Sains Teknologi Google Luncurkan AI Geospasial yang Mampu Tampilka...
Sains Teknologi

Google Luncurkan AI Geospasial yang Mampu Tampilkan Citra Bumi dengan Resolusi 10×10 Meter

Google Luncurkan AI Geospasial yang Mampu Tampilkan Citra Bumi dengan Resolusi 10×10 Meter

Google DeepMind baru saja merilis teknologi kecerdasan buatan bernama AlphaEarth Foundations, sebuah model AI geospasial yang mampu memetakan permukaan Bumi dalam bentuk kotak-kotak kecil berukuran 10×10 meter. Namun, keunikannya adalah cara model ini menyimpan dan memahami data, yaitu bukan lagi berupa gambar atau peta seperti biasanya, tetapi dalam bentuk angka-angka atau embedding yang hanya bisa dibaca dan diproses oleh komputer.

AlphaEarth bekerja dengan cara “menerjemahkan” berbagai data dari satelit dan sumber lainnya menjadi rangkuman digital yang sangat ringkas. Setiap kotak 10×10 meter di permukaan Bumi diwakili oleh 64 angka berbeda, yang merekam informasi tentang kondisi lingkungan selama satu tahun. Informasi ini bisa mencakup vegetasi, kelembapan tanah, suhu permukaan, dan berbagai aspek lainnya yang penting untuk memahami keadaan bumi kita. Dengan metode ini, AlphaEarth dapat menggambarkan perubahan lingkungan secara menyeluruh, dari skala global hingga lokal, dengan efisiensi yang luar biasa.

Baca juga: Mampu Prediksi Banjir dan Kebakaran Hutan, Google Earth AI Jadi Terobosan Geospasial Berbasis Kecerdasan Buatan

Salah satu keunggulan besar dari AlphaEarth adalah kemampuannya memproses data dalam jumlah besar dengan penyimpanan yang jauh lebih kecil dibanding teknologi sebelumnya, yaitu hanya membutuhkan seperenambelas ruang dari model sejenis. Selain itu, akurasi yang dimilikinya juga lebih tinggi, dengan tingkat kesalahan 24% lebih rendah.

Google juga menyediakan hasil dari model ini dalam bentuk Satellite Embedding Dataset, yang bisa digunakan lewat platform seperti Google Earth Engine. Data ini memungkinkan para peneliti, pemerintah, dan pengembang aplikasi untuk mencari area yang mirip secara geografis, mendeteksi perubahan lingkungan dari waktu ke waktu, menemukan pola tersembunyi, atau bahkan membuat peta otomatis tanpa harus memberi label manual satu per satu.

Menurut Christopher Seeger, seorang pakar geospasial dari Iowa State University, teknologi ini bisa sangat membantu, apalagi jika digunakan untuk wilayah yang luas. Ia mengatakan bahwa biasanya sangat sulit dan berat bagi komputer untuk menggabungkan berbagai jenis data satelit sekaligus.

Namun dengan AlphaEarth, semua informasi sudah dirangkum dalam satu format yang mudah diproses. Ia juga menyebutkan bahwa resolusi 10×10 meter sangat berguna bagi pengambil kebijakan di tingkat lokal karena mampu menunjukkan detail kondisi lingkungan secara presisi.

AlphaEarth adalah langkah besar menuju masa depan pemetaan dan analisis Bumi yang lebih cerdas dan efisien. Dengan pendekatan baru ini, kita bisa memahami perubahan lingkungan dengan lebih baik dan mengambil keputusan yang lebih tepat untuk menjaga planet kita.

Baca juga: Google Hadirkan Geospatial Reasoning AI untuk Permudah Analisis Geospasial, Ini Cara Kerjanya

Tags:

Tinggalkan Komentar

Anda harus login dan berlangganan untuk memberikan komentar.

Komentar (0)


Jadilah yang pertama memberikan komentar!