Default Title
Loading...
IMG-LOGO
Home Sains Teknologi Bisakah LiDAR Jadi Solusi Mitigasi Pencurian di Mu...
Sains Teknologi

Bisakah LiDAR Jadi Solusi Mitigasi Pencurian di Museum Louvre?

Bisakah LiDAR Jadi Solusi Mitigasi Pencurian di Museum Louvre?

Baru‐baru ini, perampokan spektakuler mengguncang museum paling bersejarah di Paris, Musée du Louvre. Sekelompok pencuri berhasil membawa kabur koleksi perhiasan mahkota Prancis yang ditaksir bernilai sekitar €88 juta. Di tengah gelombang keprihatinan atas celah keamanan tersebut, ITS International melaporkan, sebuah perusahaan teknologi bernama Outsight mengemukakan bahwa inovasi sensor 3D berbasis LiDAR sesungguhnya bisa menjadi game-changer dalam upaya proteksi semacam ini.

Outsight menjelaskan bahwa teknologi LiDAR mampu menghasilkan peta “point cloud” tiga dimensi dari sebuah ruang secara anonim, namun sangat rinci. Ia mampu mendeteksi serta mengklasifikasi objek atau manusia yang bergerak dengan akurasi selevel sentimeter.

Dengan sistem semacam ini, setiap langkah orang yang memasuki atau keluar dari gedung museum dapat dilacak secara langsung. Sistem menghasilkan trajektori gerak yang ber-timestamp dan terdokumentasi dalam ruang 3D.

Ketika data tersebut digabungkan dengan sistem CCTV tradisional, hasilnya bukan sekadar merekam gambar, melainkan juga memberikan kerangka analisis yang jauh lebih kuat. Petugas keamanan maupun penyidik kemudian bisa merekonstruksi peristiwa secara real-time, mempersempit zona pencarian, dan mengenali pola gerakan mencurigakan. Di sisi lain, privasi publik tetap terjaga karena sistem berjalan secara anonim tanpa memfokuskan wajah atau identitas personal.

Outsight juga menekankan bahwa teknologi mereka bukan sekadar teori. Sistem tersebut telah diterapkan di area dengan lalu-lintas manusia yang padat, seperti stasiun kereta atau pusat transportasi, untuk mengatur aliran pejalan kaki dan optimasi mobilitas.

Kini, perusahaan meyakini bahwa fungsi serupa bisa diterapkan pada situs‐situs budaya, museum, dan infrastruktur kritikal lainnya, di mana visibilitas real-time dan keakuratan data menjadi unsur vital dalam keamanan. Dengan peristiwa pencurian di Louvre sebagai pusat perhatian, Outsight menegaskan bahwa penerapan LiDAR dalam memproteksi museum bisa menjadi langkah mitigasi yang nyata.

Gambar 1

Bagaimana LiDAR Bekerja?

Dalam konteks keamanan museum, LiDAR menawarkan cara baru yang lebih cerdas dan efisien untuk memantau pergerakan di dalam ruang pameran. Sensor LiDAR dapat ditempatkan di langit-langit atau sudut ruangan, membentuk zona virtual di sekitar karya seni atau vitrin berisi artefak. Bila seseorang melewati batas aman atau terlalu dekat dengan objek pameran, sistem akan secara otomatis mengirimkan peringatan ke pusat keamanan tanpa perlu adanya penghalang fisik, seperti kaca atau pagar.

Teknologi ini juga mampu membedakan antara gerakan manusia, bayangan, atau benda kecil yang tidak relevan. Artinya, kemungkinan false alarm dapat diminimalkan karena sistem bisa mengenali ukuran, arah, dan kecepatan gerak objek yang terdeteksi. Selain itu, data yang dihasilkan berupa peta titik tiga dimensi, bukan rekaman wajah, sehingga privasi pengunjung tetap terlindungi.

Tinggalkan Komentar

Anda harus login dan berlangganan untuk memberikan komentar.

Komentar (0)


Jadilah yang pertama memberikan komentar!