Default Title
Loading...
IMG-LOGO
Home Lingkungan Bibit Siklon 91S Menguat di Samudra Hindia, Berpot...
Lingkungan

Bibit Siklon 91S Menguat di Samudra Hindia, Berpotensi Menyerupai Siklon Senyar?

Bibit Siklon 91S Menguat di Samudra Hindia, Berpotensi Menyerupai Siklon Senyar?

Ketidakstabilan atmosfer kembali membayangi wilayah Sumatera jelang akhir tahun. Setelah serangkaian bencana hidrometeorologi yang melanda berbagai daerah dalam beberapa pekan terakhir, analisis terbaru memperlihatkan bahwa gangguan cuaca belum akan mereda. Bibit Siklon 91S yang terbentuk di Samudra Hindia kini terus menunjukkan pergerakan mendekati wilayah selatan Sumatera, menambah daftar ancaman meteorologis yang harus diwaspadai.

Aplikasi prediksi topan berbasis web milik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Kamajaya, mengidentifikasi bahwa Bibit Siklon 91S bergerak makin dekat ke pesisir Sumatera selama dasarian kedua Desember 2025, tepatnya pada 11–20 Desember. Peneliti iklim dan atmosfer BRIN, Erma Yulihastin, menyebut pusat pusaran angin tersebut berada di dekat Bengkulu. Selain Sumatera, fenomena ini juga membawa imbas ke wilayah lain. Menurut Erma, 91S turut memicu peningkatan curah hujan di bagian barat Jawa. Prediksi tersebut berdasarkan data yang dimasukkan pada 30 November.

Gambar 1

Dari sisi pengamatan resmi, Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menegaskan pihaknya terus memonitor mobilitas 91S yang berada di Samudra Hindia sebelah Barat Lampung. Analisis BMKG menunjukkan bahwa sistem ini berpotensi meningkatkan hujan berintensitas sedang hingga lebat di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu, dan Lampung.

“Masyarakat juga harus waspada adanya potensi peningkatan tinggi gelombang di Samudra Hindia mulai dari sebelah barat Nias hingga selatan Banten, serta di perairan Selat Sunda bagian Selatan,” ujar Faisal dalam keterangan resmi di Sibolga, Sumatera Utara, Rabu malam.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, menambahkan bahwa bibit siklon cenderung bergerak ke arah selatan hingga barat daya. Ia memastikan BMKG sudah berkoordinasi dengan BNPB dan BPBD di berbagai daerah. “Untuk memastikan mitigasi berjalan optimal sesuai kondisi potensi cuaca yang dipengaruhi oleh keberadaan 91S,” katanya, dikutip dari Tempo.co.

Meski demikian, BMKG meminta masyarakat tetap tenang. Peluang 91S berkembang menjadi Siklon Tropis Senyar dinilai masih rendah.

Bibit Siklon 91S pertama muncul pada 7 Desember di Samudra Hindia barat daya Lampung. Dua hari kemudian, kecepatan angin maksimumnya tercatat mencapai 20 knot, atau 37 kilometer per jam, dengan tekanan udara minimum 1.008 hPa. Kemunculannya berbarengan dengan 93W di Samudra Pasifik Utara, di timur laut Papua. Namun, 93W lebih dulu melemah seiring menurunnya parameter atmosfer.

Fenomena siklon yang kini mengepung Sumatera dari utara dan selatan bukanlah kejadian tiba-tiba. Dalam webinar Organisasi Riset Kebumian dan Maritim (ORKM) BRIN, Erma Yulihastin menjelaskan bahwa intensitas bencana hidrometeorologi di Sumatera meningkat akibat pengaruh perubahan iklim global.

Menurutnya, sejak dekade 1980-an suhu muka laut terus menghangat, disertai perubahan pola sirkulasi atmosfer yang mendorong pembentukan siklon tropis maupun badai skala menengah hingga besar. Di Sumatera, dampaknya terasa jelas: hujan ekstrem dan angin kencang sering terjadi bersamaan sehingga memperbesar tingkat kerusakan.

“Banjir bandang dan longsor tidak hanya disebabkan oleh hujan lebat sesaat, tetapi oleh hujan ekstrem yang berlangsung selama beberapa hari. Kondisi ini menyebabkan tanah jenuh air, debit sungai meningkat, dan lereng kehilangan kestabilannya,” ujar Erma.

Ia menekankan bahwa bibit siklon tropis bisa terdeteksi beberapa hari hingga bulan sebelumnya melalui pemodelan cuaca. BRIN, kata Erma, telah mengembangkan perangkat prediksi untuk melihat sinyal awal penguatan hujan dan angin ekstrem. Namun, pemanfaatan hasil prediksi itu dalam mitigasi dan kesiapsiagaan masih perlu diperkuat.

"Peringatan dini menjadi kunci utama untuk menekan risiko korban jiwa dan kerusakan. Tantangannya adalah memastikan informasi tersebut dapat ditindaklanjuti secara cepat dan tepat," tegasnya.

Tinggalkan Komentar

Anda harus login dan berlangganan untuk memberikan komentar.

Komentar (0)


Jadilah yang pertama memberikan komentar!